Pesan Walikota Achmad Amins :PNS Itu Jangan Seperti Pahat, Dipukul Kepalanya Dulu Baru Kerja

 

“Jangan Bisanya Memujung-mujungi ….”

Suara Kaltim – Sebentar lagi, Walikota Samarinda bapak H Syaharie Ja’ang akan melakukan pelantikan pejabat di eselon III dan IV. Pesan ini sepertinya jg berlaku utk walikota lainnya, bupati atau gubernur. Saya ingin titip dan mengingatkan kembali pesan alm. H. Achmad Amins berkaitan ini, yang dirangkum saat beliau menjabat sbg walikota.

***
Menjitak mentalitatas jajaran aparatur Sipil Negara (ASN) kerap dilakukan Achmad Amins, juga Syaharie Ja’ang hampir dalam setiap pertemuan. Terutama saat mutasi.

Ini beberapa yang diingat :

” Rata-rata pejabat itu tidak memiliki inisiatif yang sifatnya membangun. Kayak pahat, dicatuk kepalanya dulu baru begawi”.

Achmad Amins : ” Saya pernah coba dengan penugasan. Hasilnya kalo kada ditakuni, kada melaporkan. Selama saya menjabat kedada seikung pun penjabat fungsional yang menyodorkan konsep. Apa ini?! Percuma titel bederet di kiri kanan nama ” kritik Achmad Amins saat pelantikan.

Menurut Achmad Achmad Amins, pejabat itu harus siap dan rela dimutasi.
“kalo dipindah menangis 3 hari 3 malam atau muha merangut (muka cemberut) Ini apa lagi! Itulah kalo kada menyadari, jika jabatan itu adalah amanah. Logika gampangnya, berarti pejabat ini kada bisa begawi”.

Achmad Amins sering menyinggung; ” pejabat yang rasa memiliki jabatannya tinggi. Ketika dilakukan mutasi, berbagai upaya penolakan dilakukan.
” Saat dimutasi, menangis, mengadu sana sini. Mental apa itu! Ketika dipindah berat sekali meninggalkan. Kalo pejabat baru kawa dimaklumi, tapi kalo pejabat yang sudah lawas begawi, masa kayak itu”.

Achmad Amins memang lain dengan kepala daerah lainnya. Beliau dikenal cukup keras dan tegas dengan anak buahnya. Bagi yang tak tahan, kuping bisa pedas mendengarnya. Tapi tujuan sebenarnya untuk memompa semangat kerja jajarannya, agar lebih giat bekerja, berkarya dan berprestasi dalam pekerjaaannya.

Achmad Amins bukan pendendam. Amarahnya tidak terbawa berjam-jam dan berhari-hari. Dan Achmad Amins adalah tipe pejabat yang tak suka dipujung-pujung atau disanjung-sanjung.
ABS (asal Bapak Senang) tidak berlaku dalam kamus beliau.

“Jangan menjilat-jilat saya. Atau bisanya hanya memujung-mujungi saja, tahunya setor muka, tapi kada bisa begawi. Silahkan setor muka, setor kerjaan dan setelah itu tawakal saja,” pesannya.

***

Di masa kepemimpinan walikota H Syaharie Jaang, ketika ada isu akan dilakukan pelantikan, mushola Al Amin di samping Rumah Dinas Walikota Jl. S. Parman mendadak menjadi ramai. Sejumlah pejabat (dan calon pejabat) mendadak menjadi religius.

Apakah itu salah satu lobi bagi PNS yang  menginginkan jabatan? 

 

Samarinda, 11-1-2016

Penulis : Akhmad Zailani 

Sumber foto : History of Samarinda

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply