SASTRA INDONESIA

                                                                       
3 Buku Penyair Aceh Ditetapkan Sebagai Karya Sastra Unggulan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan

Buku “Rencong” karya Fikar W Eda dan “Hujan Setelah Bara” karya D Keumalawati.    Tiga Buku Penyair dari Aceh Ditetapkan Sebagai Karya Sastra Indonesia Unggulan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan   JAKARTA, SUARAKALTIM.COM – Tiga judul buku puisi karya penyair Aceh, yakni “Dewan Sadjak” karya A Hasjmy, “Hujan Setelah Bara” D Keumalawati, dan antologi puisi “Rencong”

ANJING  Cerpen : Mukhransyah

ANJING  itu bukanlah anjing yang bagus. Bulunya yang hitam, sangat kotor dan tipis dengan bekas luka di sana sini. Kaki depannya yang sebelah kiri timpang. Dari bola matanya terpancar paduan ketidakberdayaan dan kebuasan binatang. Aku sudah mengenalnya sebelum aku mengerti sepenuhnya arti kemanusiaan. Sayang aku tak begitu tahu dari mana ia berasal. Ia mulanya selalu

Darkuni dan Salah Satu Cerpennya ; Tamasya Batin

www.suarakaltim.com– H. Darkuni. Atau Kony Fahran, nama samaran dalam dunia sastra.  Atau Julak Ibus, nama lain saat menjadi penyiar radio di Suara Samarinda FM. H. Darkuni lahir di Kalsel 17 Agustus 1960, pindah ke Kaltim pada 1991.  Meninggal dunia 28 Januari 2015 di Samarinda.  Karyanya banyak dimuat di media masa lokal dan nasional pada tahun

cerpen Habolhasan Asyari : TULAH

    RUPANYA aku benar-benar sudah termakan tulah. Bahkan  tulah itu telah memuruk dalam gelimang sial tak bertepi. Kini aku tak bisa menampik, tak mampu mengelak. Tidak bisa keluar dari pusaran ulak yang dahsyat, yang menggulung, yang  terus melindas. Aku pun tengkorop dalam sesal berkepanjangan. Tanpa daya, pasrah. Akhirnya, aku berusaha menganggap semua yang datang

“Nyanyi Sunyi Revolusi” Amir Hamzah

WWW.SUARAKALTIM.COM– Aktor Lukman Sardi (kiri) dan Sri Qadariatin memerankan Amir Hamzah dan Ilik Sundari dalam pentas teater “Nyanyi Sunyi Revolusi” di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Jumat (1/2/2019). Pementasan tersebut merupakan gelaran ke-29 Titimangsa Foundation yang mengangkat kisah hidup seorang penyair besar Indonesia Amir Hamzah dengan sutradara Iswadi Pratama. ANTARA FOTO/Dede Rizky Permana/foc.