Walikota Samarinda Temui Gubernur, Mohon Dana Talangan Untuk RS. I.A. Moeis Samarinda

 
Suara Kaltim, Samarinda. Secara mendadak, Walikota Samarinda DR H Andi Harun menemui Gubernur Kaltim H Isran Noor. Selain melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di kota Samarinda, Walikota H Andi Harun juga memohon dana talangan untuk RS I.A. Moeis Samarinda.
 
”Rumah sakit butuh dana talangan akibat klaim rumah sakit untuk beberapa bulan terakhir, belum dibayarkan Kementerian Kesehatan RI. Tanpa direncanakan sebelumnya, mendadak-Saya beserta Bapak Dr. Rusmadi Wongso, Wakil Walikota Samarinda didampingi Sekda, Kadis Kesehatan, Asisten 3 Setda Pemkot Samarinda, berinisiatif menghadap Bapak Gubernur Kaltim guna melaporkan perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Samarinda. Turut hadir dalam pertemuan Ibu Kadis Kesehatan Pemprov. Kaltim,” kata Andi Harun.
 
Menurut Andi Harun, salah satu poin penting yang diskusikan adalah situasi dilematis yang dialami Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta dalam penanganan Covid-19. Situasi dimaksud adalah cash flow rumah sakit sedang ‘bermasalah’ disebabkan pemasukan rumah sakit menurun drastis akibat pengurangan pasien non Covid, sedangkan klaim penanganan pasien Covid beberapa bulan belakangan ini belum kunjung dibayar oleh Kementerian Kesehatan RI.
 
“Hingga berita ini dikabarkan, klaim RS AW. Syaharanie menunggak hingga 90 milyar, RS. I.A. Moeis menunggak hingga 30 milyar-termasuk tunggakan puluhan milyar juga dialami rumah sakit-rumah sakit swasta di Samarinda. Rumah Sakit penangan pasien Covid benar-benar berada dalam situasi pelik, satu sisi rumah sakit wajib menangani pasien Covid, sedang disisi lain cash flow rumah sakit-rumah sakit tersebut ‘sesak nafas’,” kata Andi Harun.
 
Menurut Andi Harun, keadaan APBD Kab/Kota yang ‘sakit’ karena dampak Covid-19 menjadi beban tambahan bagi Kab/kota. Keadaan ini kami tempuh sebagai upaya bijak untuk tidak saling lempar tanggung jawab mengingat hal ini demi kepentingan nasional, demi merah putih.
 
Andi Harun juga menyebutkan, dalam pertemuan tersebut, Pemkot Samarinda mengusulkan kepada Gubernur Kaltim untuk sementara membantu dana talangan agar rumah sakit kita tetap bisa bertahan melakukan penanganan pasien Covid-19.
 
”Kelak jika klaim rumah sakit telah terbayarkan maka dana talangan tersebut dikembalikan ke Pemprov Kaltim. Kota Samarinda sedang menyiapkan skema talangan kepada RS. I.A. Moeis Samarinda, namun Samarinda tidak bisa bekerja sendiri-butuh bantuan Bapak Gubernur. Mudahan Bapak Gubernur Kaltim berkenan mempertimbangkan saran dan permohonan dimaksud,” kata Andi Harun.
 
 
Editor : Sulthan Abiyyurizky
 
Foto ist/dokumentasi pribadi

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply