Header Image

Waduh! Dasar Mucil Seorang Pasien status ODP yang Dikarantina di Wisma Atlet Tenggarong Melarikan Diri, Kemana Itu?

Waduh! Dasar Mucil Seorang Pasien status ODP yang  Dikarantina di Wisma Atlet Tenggarong Melarikan Diri, Kemana Itu?

 

ILUSTRASI – Virus Corona. (FOTO: Shutterstock)

Tenggarong, Suara Kaltim Online –  Dasar bandel atau mucil?. Seorang pasien yang dikarantina di Wisma Atlet Kutai Kartanegara di Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang melarikan diri Kamis (9/4/2020) dinihari tadi sekitar pukul 02.00 WITA.

Kabarnya, pasien yang melarikan diri itu seorang pemuda berusia 25 tahun. dari data yang tercatat, yang bersangkutan masuk  wisma atlet tanggal 8 April 2020 lalu sekitar pukul 16.00 Wita.

Wartawan koran Kaltim melakukan konfirmasi kepada Juru Bicara Penanganan Covid-19, Andi Muhammad Ishak. Dilansir dari Koran Kaltim, Andi menyebutkan, pasien yang keluar dari karatina wisma atlet itu statusnya bukan  Pasien Dalam Pengawasan (PDP)., tapi Orang Dalam Pengawasan (PDP). Yang bersangkutan sedang dikarantina buka diisolasi.  

BACA JUGA : Tiga Warga dari Balikpapan yang Dikarantina  “Melarikan Diri” ke Samarinda,  BPBD Samarinda : Sana Balik Lagi!

Namun belum diperoleh penjelasan yang jelas, karena baru sehari di karantina, apakah pasien ODP tersebut termasuk satu diantara yang menunggu hasil tes.

Kabarnya, petugas sedang melakukan koordinasi untuk menutup jalur-jalur yang kemungkinan dilalui, yang bersangkutan seperti pelabuhan dan bandara Samarinda.

BACA JUGA : 

Gugus Tugas Covid-19: Orang Tanpa Gejala bagai Penyebar Maut dan Pembunuh Potensial

Namun diperkirakan, pasien tersebut bukannya mau pulang menuju Sulawesi Selatan, tapi baru datang. Sehingga akan sia-sia bila melakukan pengawasan di pelabuhan dan bandara. Pasien yang kabur dari karantina itu berasal dari Sinjai, Sulawesi Selatan.

Beberapa pihak menyarankan, bila data seperti foto dan alamatnya sempat didata, tim gugus penanganan covid-19 Kukar usegera  mengumumkan , dengan memajang foto dan alamat tempat tinggal pasien ODP tersebut, agar masyarakat bisa mengetahui dan waspada.

 

Editor: Sulthan Abiyyurizky

Leave a Reply

shares