SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Terduga Pembunuh Gadis Baduy Akhirnya Tertangkap

Thursday, 5 September 2019 | 2:57 pm | 58 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       
 
 
 
Gubuk tempat S, gadis Baduy Luar ditemukan tewas secara mengenaskan, Sabtu, 31 Agustus 2019. [Banten Hits]

Total ada tiga orang terduga pelaku pembunuhan gadis Baduy yang ditangkap polisi

 

SUARAKALTIM.COM  – Terduga pembunuh gadis dari Suku Baduy Luar berinisial Sw (13) akhirnya tertangkap. Perburuan terhadap terduga pelaku dilakukan tim gabungan dari Polres Lebak dan Polda Banten.

“Iya sudah tertangkap tiga orang,” kata Kapolres Lebak, AKBP Dani Arianto, melalui pesan singkatnya, Kamis (05/09/2019).

 

Baca Juga :

Mati Telanjang di Gubuk, Gadis Badui Digilir Para Pembunuhnya

 

Meski demikian, Dani belum bisa memberikan informasi lengkap terkait kasus pembunuhan gadis Baduy itu. Hal itu lantaran dirinya sedang dalam perjalanan menuju Mapolda Banten.

“Persiapan mau ke Polda (Banten) bawa pelaku dan BB (barang bukti),” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat, 30 Agustus 2019, warga Suku Baduy dilanda duka. Seorang gadis Baduy Luar berinisial SW (13) pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB ditemukan bersimbah darah dengan banyak luka di tubuhnya.

SW ditemukan oleh kakaknya di dalam saung yang berada ditengah perkebunan di Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Jarak perkebunan itu sekitar 5 kilometer dari perkampungan Baduy terdekat yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Berdasarkan kronologis dari kepolisian, pada hari Jumat, 30 Agustus 2019 sekitar pukul 06.00 WIB, orang tua dan kakak korban berangkat kerja. Korban sendirian di dalam saung milik Sarka, yang berlokasi di tengah perkebunan Kampung Kadu Helang, Desa Cisimet Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.

Kakak korban sore hari pulang ke saung tersebut dan melihat banyak darah di depan saung itu. Setelah melihat ke dalam, dia pun kaget, melihat adiknya bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa.

Kakak korban pun mencari pertolongan ke kebun yang masih ada petaninya, meski jarak lumayan jauh dari lokasi kejadian. Hingga akhirnya bertemu Sahrudin, warga tetangga kampung, tepatnya di Kampung Kipar, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar.

Sahrudin kemudian melaporkan ke aparat kepolisian di Polsek Leuwidamar. Kemudian laporan itu dilanjutkan ke Polres Lebak dan Polda Banten.

Petugas kepolisian dari Polsek Leuwidamar datang lebih dahulu ke lokasi kejadian, karena jaraknya relarif dekat. Kemudian disusul dari Polres Lebak di malam hari, karena harus menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju perkampungan terdekat dan dilanjutkan berjalan kaki ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kemudian disusul tim dari Polda Banten yang membawa anjing pelacak dan inafis, yang baru datang menjelang tengah malam.

Olah TKP dilakukan malam itu juga dengan penerangan alakadarnya, dari lampu senter dan handphone yang dibawa petugas kepolisian, warga Suku Baduy Luar dan masyarakat setempat. Begitupun memeriksa saksi di tengah malam.

Yandhi Deslatama/Bangun Santoso/suara.com

Leave a Reply