Mati Telanjang di Gubuk, Gadis Badui Digilir Para Pembunuhnya

Thursday, 5 September 2019 | 2:52 pm | 199 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       

 

 
 

Tiga pemerkosa yang membunuh gadis suku Badui di Lebak, Banten. (foto Suara.com/Yandhi).

Aksi rudapaksa itu kali pertama dilakukan oleh E, kemudian A, dan terahir F.

 

BANTEN,  SUARAKALTIM.COMPolisi telah mengungkap kasus pemerkosaan yang berujung tewasnya gadis Suku Badui berinisial SW (13) di sebuah gubuk di Kampung Karahkall, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah E (19), F (19) dan A (16).

Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto menjelaskan, sebelum dibunuh, SW diperkosa para tersangka secara bergiliran. Aksi rudapaksa itu kali pertama dilakukan oleh E, kemudian A, dan terahir F.

Kasus ini terungkap setelah polisi berhasil meringkus ketiga tersangka. Penangkapan kali pertama dilakukan kepada E di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian meringkus tersangka lain, F dan A.

“Pelaku ditangkap malam tadi. Saya pulang dari TKP pukul 04.00 WIB,,” kata Dani di Mapolda Banten, Kamis (5/9/2019).

Dani mengatakan, jika tersangka E sempat ikut dengan keluarganya untuk tinggal di OKU, Sumsel.

“Bapaknya pelaku (E) dulu transmigran di OKU, umur 7 tahun dia balik ke Leuwidamar,” katanya.

E yang ditangkap di rumah keluarganya terpaksa harus diberi tindakan tegas berupa tembakan di lutut kanannya. Saat dibawa ke Mapolda Banten, meski sudah di obati, darah segar masih mengucur dari luka tembak itu. Hingga harus dibawa ke rumah sakit.

 

Sebelumnya, SW ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka bacokan di beberapa bagian tubuhnya di sebuah gubuk di Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, pada Jumat (30/8/2019) petang.

Saat ditemukan, kondisi korban tidak menggunakan busana pada bagian tubuh bawah. Sementara posisi tubuh korban dalam kondisi terlentang. Bagian wajah korban penuh luka dan bersimbah darah.

Yandhi Deslatama/Agung Sandy Lesmana

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply

shares