SUARA KALTIM
SUARA KALTIM SUARA KALTIM

Ustadz Arip Syaripuddin : Hadapi Kekeringan Tetap Menjaga Tauhid dengan Salat Istisqa

Saturday, 14 September 2019 | 10:22 pm | 64 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       

SAMARINDA, SUARAKALTIM.COM– Ustadz Arip Syaripuddin, L.c., M.A menyampaikan, menghadapi musim kekeringan karena lama tidak turun hujan,  umat muslim hendaknya tetap menjaga menjaga tauhid dengan melakukan Shalat Istisqa.

“Insya-Allah akan lebih baik jika dapat dilaksanakan Shalat Istisqa di lingkungan sekolah sekaligus jadi sarana praktek bagi para siswa” ujar ustadz Arip Syaripuddin saat Pengajian Ba’da Subuh di Masjid Nuruz Zaman Jl. K.H. Abdul Majid (masuk lewat Jl. Jakarta Blok FB) RT 79, Kelurahan Loa Bakung, Kec. Sungai Kunjang Samarinda,  Sabtu, 14/9/2019.

Dalam ceramahnya, Ustadz Arip menyampaikan tentang Tuntunan Shalat Istisqa sebagai ibadah memohon kepada Allah SWT agar diberikan turun hujan

Baca Juga : Ini Doa Istisqa atau Minta Turun Hujan

Menurut Ustadz Arip, menghadapi masalah kekeringan yang lama melanda negeri ditambah dengan kabut asap yang menutup sinar matahari, ada solusi yang syar’i sehingga tidak perlu mengikuti ritual tertentu yang jauh dari Islami.

Dengan penjelasan yang diberikan di pengajiaan, ustadz Arip  mengharapkan kepada para jama’ah atau umat Islam tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang menyimpang dari Islam dan dapat mengganggu kemurnian tauhid.

” Baik berupa syirik tradisionil dengan sesaji tertentu untuk mendatangkan hujan maupun syirik modern yang seolah-olah ilmiah,” kata ustadz Arip.

Ceramah ustadz Ari juga menjawab berita bohong atau hoaks yang beredar melalui media sosial, mengenai ajakan pancing hujan dengan air garam di dalam baskom dan ditaruh di muka rumah.

Baca Juga : Hoaks Air Garam di Baskom Datangkan Hujan

Tentang adanya ajakan untuk memancing hujan dengan air garam di baskom dan ditaruh di depan rumah, seolah-olah ilmiah ternyata bagi yang memahami justru memandangya jauh dari ilmiah.
Boleh jadi pengirim pesan mendengar BPPT mengupayakan hujan buatan dengan menabur garam di awan. Apa yang dilakukan oleh BPPT adalah ilmiah karena dengan ditaburi garam dapat membuat berat jenis uap bertambah berat dan menggumpal menjadi butiran hujan. Sementara itu, air yang diberi garam dan ditaruh di baskom berat jenisnya bertambah sehingga bertambah sulit untuk menguap.

kiriman Kunarso

*/mantan pengurus atau panitia pembangunan Masjid Nuruz Zaman Loa Bakung Samarinda/foto istemewa/pengurus Masjid Nuruz Zaman

 

Baca Juga :

12 Amalan Shaleh Saat Hujan Turun dan Dalilnya

 

Leave a Reply