Header Image

Program  Nomor 2, Jaang-Awang  Lebih Masuk Akal

Program  Nomor 2, Jaang-Awang  Lebih Masuk Akal

 

 SUARAKALTIM.com– APAPUN agar  masyarakat mau memilih akan dilakukan seorang calon pemimpin.  Bagi-bagi duit sekalipun sekalipun. Bila duitnya ada.  Namun akan jauh lebih mudah menyodorkan janji-janji atau program,  bagi-bagi duit dari APBD. APBD Kaltim sendiri sedang defisit.  Sementara pertumbuhan ekonomi di Kaltim paling terendah di seluruh Indonesia, minus atau di bawah 1 persen.

Bila kita mengamati program dari empat pasangan calon Gubernur  dan wakil Gubernur Kaltim 2018-2023, ternyata paslon nomor urut 2, H Syaharie Jaang dan H Awang Ferdian Hidayat lebih masuk akal. Mengingat kondisi keuangan Pemprov Kaltim yang saat ini sedang mengalami defisit, maka program yang berlebihan, dengan membagi-bagikan duit yang berasal dari APBD Kaltim adalah janji yang sulit direalisasikan.

Program sekitar Rp 1 trilyun/desa/kelurahan, program tambahan dari pemprov Kaltim untuk semua desa, kelurahan dan kampung se Kaltim,lebih masuk akal diwujudkan. Bila Rp 1 trulyun dibagi dengan banyaknya desa dan kelurahan se Kaltim 1445, berdasarkan data BPS, maka per desa dan kelurahan akan mendapatkan anggaran sekitar Rp 1, 4 milyar lebih.

Akan menjadi tidak mungkin bila misalnya  menganggarkan Rp 5 milyar sampai Rp 10 milyar, maka akan menyedot anggaran yang besar dari APBD Kaltim.  APBD Kaltim tahun 2018 sekitar Rp 8,54  trilyun lebih . Sementara tahun 2017 sekitar Rp 5 trilyun. Belanja tidak langsung saja di tahun 2018 sebesar  Rp. 5, 18 trilyun. 

Ditambah lagi, bila ada paslon yang menjanjikan akan memberikan baju seragam dan peralatan sekolah.  Jumlah anak sekolah, mulai dari SD hingga SLTA di Kaltim tidak lah sedikit. Namun banyak masyarakat Kaltim yang  belum memperoleh informasi yang jelas ;Apakah untuk semua anak sekolah di Kaltim atau hanya bagi yang tidfak mampu saja?

Belum lagi  “banyak-banyakan jumlah”  dari setiap paslon, untuk memberikan bea siswa bagi pelajar dan mahasiswa se Kaltim.  Ada paslon yang seakan lupa, bahwa Kaltim mengalami defisit.  Ketika paslon nomor 2 akan memberikan beasiswa sebanyak 10.000 kepada pelajar dan mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu, maka paslon lain pun seakan memberi lebih banyak lagi dari itu. Ada paslon yang bikin program beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa  hingga 30. 000 orang.  Lebih banyak, tentu saja lebih baik. Cuma,  perlu pula “melihat” kondisi riil keuangan APBD Kaltim tahun depan.  Karena beberapa pihak memprediksi, kondisi APBD Kaltim tahun 2019 belum dipastikan bisa membaik.

PARIWARA

 

Dari pihak paslon nomor 2 menyebutkan, mereka tidak ingin menambah jumlah bantuan dari janji-janji program yang berlebihan.   Selain “kurang sehat” bagi  pendidikan politik masyarakat, juga lebih terkesan membodohi masyarakat karena  nampak seperti keinginan yang berlebihan agar  bisa dipilih masyarakat.   Paslon nomor 2 tidak ingin “memperburuk keadaan”,  saat kondisi keuangan di APBD kaltim sedang defisit.

Melalui bantuan keuangan Rp sekitar 1 milyar lebih setiap desa dan kelurahan,  satu di antara kegiatan yang dilakukan adalah mengoptimalkan  “program padat karya”.

PARIWARA

 

Program Syaharie Jaang ini tentu saja sudah terbukti, saat menjabat sebagai Walikota Samarinda di periode pertama (saat ini Syaharie Jaang memasuki tahun ke 3 sebagai walikota Samarinda di periode ke 2).  Buktinya ;  masyarakat Samarinda berterima  kasih, program perbaikan infrastruktur.  Di antaranya, hampir semua jalan-jalan di kota samarinda, hingga pinggiran kota sudah diperbaiki. Di Indonesia, hanya  di Samarinda yang jalan-jalannya di cor semen.  Perbaikan jalan ini tentu saja “multiplier effect”. Sebutlah bagi warga pinggiran Samarinda,  warga Lempake  dan sekitarnya yang menjual hasil pertaniannya ke pasar-pasar di kota Samarinda,  akan sangat terbantu dengan jalan-jalan yang mulus.  Begitupula dengan warga Palaran, Samarinda Seberang  selain jalan yang mulus, juga adanya Jembatan Mahkota 2 Achmad Amins.

Selain program  bantuan untuk seluruh desa dan kelurahan Se Kaltim yang sesuai dengan kemampuan APBD Kaltim, juga  jumlah penerimaan beasiswa yang  sesuai, dan bila APBD Kaltim membaik tidak menutup kemungkinan jumlah penerima beasiswa akan ditingkatkan.

Program  lainnya yang ditawarkan Syaharie Jaang dan Awang Ferdian Hidayat lebih kepada  seperti  “memberikan pancing daripada memberikan ikan”.   Apalagi  “ikan yang mau diberi”  adalah cuma janji  program jika terpilih dan  sulit dilaksanakan.  

 

DEKAT ULAMA & SANTUN. Syaharie Jaang lebih santun, tidak arogan, dekat dengan masyarakat, termasuk ulama. Sejak dulu. Tidak hanya menjelang Pilkada. foto istimewa/facebook

 

BACA JUGA  

Syaharie Jaang lebih Unggul dari 2 Sisi; Figur & Rekam Jejak`yang Baik

 

Jaang-Ferdi tentu saja ingin memberikan lebih banyak bantuan langsung ke masyarakat. Bila APBD Kaltim meningkat dan perekonomian Kaltim membaik, tidak menutup kemungkinan jika dipercaya, Jaang dan Awang, akan menganggarkan lebih kepada bantuan langsung ke masyarakat.  Seperti pada saat bersama Achmad Amins sebagai walikota Samarinda.  Dibandingkan daerah lain di Indonesia, Samarinda  lebih banyak memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.  Warga Samarinda  yang melahirkan dan meninggal dunia diberikan santunan. Pengurus masjid, terutama imam dan kaum/marbot mendapat intensif . Guru TK dan TKA mendapat intensif.  Bahkan hingga tukang mandikan mayat pun mendapat intensif.  Dalam sejarahnya,  Samarinda lah yang pertama kali di Indonesia memberikan intensif kepada ketua RT, lalu ditiru Balikpapan dan daerah-daerah di Indonesia. Hal lainnya, di bidang pendidikan, di Samarinda yang pertama kali memberikan bantuan, lalu pemerintah pusat mengikuti  melalui program BOS (biaya operasional sekolah). Untuk perhatian kepada kesehatan masyarakat,  Samarinda yang pertama kali menganggarkan melalui APBD.  Melalui program Jamkesda. Lalu pemerintah pusat juga mengikuti dan menjadi program nasional.

 

PARIWARA Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim nomor 2

 

Jadi soal bantuan langsung atau intensif,  Syaharie Jaang saat bersama Achmad Amins pernah membuktikan.  Bahkan tidak pernah dijanjikan.  Tidak terlalu banyak memberikan janji,  namun bukti bekerja bersungguh-sungguh ini  dengan track record (rekam jejak yang baik), inilah yang bisa memberikan harapan Kaltim lebih maju  dan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Program sederhana yang ditawarkan Jaang-Ferdi satu diantaranya untuk kesehatan adalah meningkatkan fungsi Puksemas, menjadi rawat inap.

Di kondisi pertumbuhan perekonomian Kaltim yang loyo saat ini, Jaang-Ferdi lebih memberikan bantuan modal usaha.  Bantuan modal usaha  ini diharapkan bisa membangkitkan perkonomian masyarakat. Lebih khusus untuk masyarakat pedesaan, salah satu program Jaang bersama Ferdi adalah, mengembangkan pertanian dalam artian yang luas. Pertanian ini mencakup, pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

Dari beberapa program yang ditawarkan, selain program lainnya,  yang memungkinkan bagi masyarakat Kaltim adalah program poaslon nomor 2, Syaharie Jaang dan Awang Ferdian. ****

 

 

 

 

 

Leave a Reply

shares