TENGGARONG, www.SUARAKALTIM.com– ”Innalillahi wa innalillahi rojiun telah berpulang ke rahmatullah Datuknda SULTAN H. ADJI SALEHOEDDIN II BIN SULTAN ADJI MUHAMMAD PARIKESIT Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XX hari Minggu 5 Agustus 2018 dan akan dikebumikan Senin 6 Agustus 2018,” tulis  Adjie Ali Yahya melalui akun facebooknya.

 

foto -fotoistimewa

 

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Aji Muhammad Salehuddin II meninggal pada Minggu (5/8/2018) siang. Sultan ke-21 di Kutai Kartanegara itu meninggal karena kondisi kesehatan menurun seiring usia yang telah lanjut, yakni 93 tahun. Jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan S Parman, Tenggarong,” kata warga Tenggarong.

Untuk diketahui Adji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat yang bergelar Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II bin Sultan Adji Muhammad Parikesit atau disebut juga Pangeran Praboe adalah Sultan Kutai dari Kesultanan Kutai Kartanegara yang lahir di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Hindia Belanda, 24 Oktober 1924. Dengan demikian, Sultan meninggal pada umur 94 tahun. Sultan dinobatkan pada tanggal 22 September 2001.

Dikutip dari Wikipedia, pada tanggal 7 November 2000, Bupati Kutai Kartanegara bersama Putra Mahkota Kutai H. Aji Pangeran Praboe Anoem Soerja Adiningrat menghadap Presiden RI Abdurrahman Wahid di Bina Graha Jakarta untuk menyampaikan maksud di atas. Presiden Wahid menyetujui dan merestui dikembalikannya Kesultanan Kutai Kartanegara kepada keturunan Sultan Kutai yakni putra mahkota H. Aji Pangeran Praboe.

Pada tanggal 22 September 2001, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, H. Aji Pangeran Praboe Anoem Soerya Adiningrat dinobatkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II. Penabalan H.A.P. Praboe sebagai Sultan Kutai Kartanegara baru dilaksanakan pada tanggal 22 September 2001.

Penobatannya sendiri diakui oleh seluruh kerabat Kesultanan Koetai ing Martadipura dan Pemkab Kutai Kartanegara. Malah, ketika Pemkab Kukar di era pemerintahan Syaukani HR, ia pun dibangunkan sebuah keraton (kedaton) senilai Rp 11 miliar lebih. Letaknya persis di belakang Museum Mulawarman, Tenggarong, bekas istana atau pusat kerajaan tempo dulu.

Ia dilahirkan dari pasangan Aji Muhammad Parikesit dan Adji Ratu Bariah (Bergelar Ratu Praboeningrat). Ia mempunyai seorang istri bernama Adji Aida (menikah pada tahun 1949).

Pendidikan

  • Eurpeesche School di Batavia (Jakarta), 1936
  • Mulo Bandung, 1940
  • Di Belanda 1951 (tidak sempat lulus, dipanggil pulang ke Tenggarong)
  • Fakultas Sosial Ekonomi UI (1955), dan diangkat jadi PNS sampai pensiun tahun 1965

 

https://www.facebook.com/adjieali.yahya/videos/2225822697434126/?t=0

https://www.facebook.com/adjieali.yahya/videos/2226110120738717/?t=0

sk-001

 

 

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply