Header Image

Merawat Ingatan akan Keagungan Kalimat Tauhid

Merawat Ingatan akan Keagungan Kalimat Tauhid

Foto: Kalimat Tauhid

www.SUARAKALTIM.com – Peringatan hari santri tahun 2018 kali ini diwarnai tragedi. Aksi membakar bendera kalimat tauhid yang dilakukan oleh oknum-oknum berseragam Banser itu viral dan menjadi polemik. Dengan sekejap kabar tersebut meluas di dalam dan luar negeri. Secara spontan aksi tersebut memicu kemarahan para tokoh dan umat Islam di Indonesia.

Terlepas dari berbagai alasan yang mengemuka, faktanya yang dibakar adalah kain yang bertuliskan lafal Allah dan Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Lafal Allah merupakan kalimat suci yang dijunjung tinggi oleh umat Islam di seluruh dunia. Di manapun diletakkan, umat Islam wajib untuk memuliakannya dan haram meremehkannya.

Keutamaan La Ilaha Illallah

Ada banyak keutamaan yang terdapat dalam kalimat thoyyibah ini. Selain memiliki kandungan yang sangat dalam, mengucapkannya dan merutinkannya menjadi wasilah melimpahnya pahala dan selamat dari neraka. Diantara keutamaan tersebut adalah :

  • Zikir yang Berat Timbangannya

رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : « قَالَ مُوْسَى : يَا رَبِّ، عَلِّمْنِي شَيْئًا أَذْكُرُكَ وَأَدْعُوْكَ بِهِ. قَالَ : قُلْ يَا مُوْسَى : لَا إِلَهَ إِلَّا الله ُ. قَالَ : يَا رَبِّ كُلُّ عِبَادِكَ يَقُوْلُوْنَ هَذَا. قَالَ : يَا مُوْسَى ، لَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعَ وَعَامِرَهُنَّ غَيْرِي، وَالأَرْضِيْنَ السَّبْعَ فِي كِفَّةٍ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا الله ُفِي كِفَّةٍ، مَالَتْ بِهِنَّ لا إله إلا الله »

“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Musa alaihis salam berkata : Wahai Rabbku, ajarkanlah kepadaku sesuatu yang dengannya aku dapat mengingat dan berdo’a kepadaMu. Allah berfirman : Hai Musa, ucapkanlah laa ilaaha illallah. Musa berkata : Wahai Rabbku semua hambaMu mengucapkan ini. Allah berfirman : Hai Musa, ucapkankanlah laa ilaaha illallah. Musa mengucapkan : Laa ilaaha illallah,  saya hanya ingin sesuatu yang khusus bagi saya. Allah berfirman : Hai Musa, seandainya tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi dengan segala isinya selainKu berada di satu daun timbangan, dan laa ilaaha illallah berada di daun timbangan yang lain, niscaya lebih berat laa ilaaha illallah.” (HR. Ibnu Hibban no. 6218, Hakim no. 1936 dan ia menshahihkannya)

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa kalimat tahlil adalah kalimat zikir yang terbaik :

 أَفْضَلُ الذِّكْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ الْحَمْدُ لِلَّهِ

 
 

Jabir bin ‘Abdullah radhillahu ‘anhuma berkata ; saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sebaik-baik dzikir adalah Laa Ilaaha Illallaah dan sebaik-baik doa adalah al hamdulillaahi.” (HR. at-Tirmidzi no. 3305, shahih)

  • Amalan yang Paling Utama

« مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِىَ ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ ، إِلاَّ أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ » .

“Barangsiapa mengucapkan ’laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syay-in qodiir’ [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu.” (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

  • Sebab Mendapat Syafaat Rasulullah

أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ

“Orang yang paling bahagia mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengatakan laa ilaaha illallah murni dari hatinya.” (HR. Bukhari no. 99)

  • Menghindarkan dari Siksa Neraka

مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ

“Barangsiapa menyaksikan bahwa tidak ada ilaah yang berhak diibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah akan mengharamkan neraka atasnya.” (HR. Muslim no. 47)

Dalam hadist lain, suatu saat Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendengar muazin mengucapkan ‘Asyhadu alla ilaha illallah’. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi :

خَرَجْتَ مِنَ النَّارِ

 
 

”Engkau terbebas dari neraka.” (HR. Muslim no. 873)

  • Menjadi Sebab Masuk Surga

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Tidaklah seorang hamba mati dalam keadaan mengetahui bahwa tidak ada yang berhak diibadahi selain Allah , kecuali ia akan masuk surga.” (HR. Muslim no. 43)

Dalam hadist lain disebutkan :

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

”Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud no. 3116. Syaikh Al-Albani menyatakan shahih)

Sungguh pahala yang besar dan banyak yang bisa kita dapatkan lewatkalimat La Ilaha Illallah. Jaminan surga dan terjaga dari neraka juga mengiringi siapa saja yang hidup dalam naungan kalimat La Ilaha Illallah. Maka, kerugian yang besar bagi mereka yang membenci kalimat La Ilaha Illallah.

Membenci kalimat La Ilaha Illah

Kalimat La Ilaha Illallah merupakan simbol agung dalam Islam. Kalimat la ilaha illah adalah kalimat terbaik dan cabang keimanan yang paling tinggi. Dan kalimat la ilaha illah adalah bagian dari al-Qur’an yang tak terpisahkan. Sehingga umat Islam wajib memperlakukannya dengan hormat.

Maka, meremehkannya atau membencinya dianggap telah keluar dari Islam. Sebagaimana Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah mengatakan :

أعلم أن من استخف بالقرآن أو المصحف أو بشئ منه أو سبهما أو جحد حرفا منه … وهو عالم بذلك أو يشك في شئ من ذلك فهو كافر بإجماع المسلمين

“Ketahuilah siapa yang meremehkan Al-Qur’an atau mushaf-nya, atau benda apapun yang terdapat tulisan Al-Qur’an, atau ia mencelanya, atau mendustakan satu huruf saja, … padahal ia dalam keadaan mengetahui (tidak jahil) terhadap hal itu, atau meragukan satu bagian dari Al-Qur’an, maka ia kafir dengan kesepatakan kaum Muslimin.” (At Tibyan fi Adabi Hamalatil Qur’an, hlm. 164)

Berbagai keagungan dan keutamaan kalimat tauhid adalah isyarat kepada umat Islam untuk senantiasa menghormati dan mengagungkan kalimat thoyyibah ini. Disertai dengan sikap kehati-hatian dalam memperlakukannya, karena selain berisi kalimat agung, kalimat ini pulalah yang nantinya akan menjadi gerbang keselematan kita nantinya di akhirat. Wallahu ‘alam bish showab. sk-002.kiblat.net

Leave a Reply

shares