SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Sejarah Pers Kaltim

                                                                       
Tokoh Pers Kaltim Horas Siregar, 2 Kali Dipenjara Belum Jera,  Ketiga Kalinya Diusir Kolonial Belanda dari Kaltim

Gaya Wartawan Tempo Doeloe. Tampak wartawan Ardin Katoeng (Kedua dari kiri). Paling kiri Pangeran Poeger, putra Sultan Kutai AM Parikesit. Tampak pula Syahranie Syafei, wartawan Masjarakat Baroe dan LKBN Antara, yang sedang baca koran. Foto saat peresmian lokasi transmigrasi Pulau Atas, Samarinda  1955 (ketika itu Pulau Atas masuk dalam wilayah daerah istimewa Kutai). Foto koleksi

Sejarah Pers di Kaltim ; Surat Kabar Pewarta Borneo dan Pantjaran Berita, Koran Harian Pertama di Kalimantan Timur, Terbit Sejak Tahun 1935

FOTO. Oemar Dachlan, wartawan yang berkiprah di dunia pers mulai zaman penjajahan sampai  zaman reformasi. Selama berprofesi sebagai wartawan, termasuk membuat tulisan di zaman reformasi,masih menggunakan mesin tik. Foto istimewa. Di Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda, telah terbit dan beredar surat kabar harian. Ada dua surat kabar yang terbit dan beredar, yaitu Pewarta Borneo dan

Tahun 1923 Samarinda Sudah Punya Koran : Koran Persatoen & Koran Perasaan Kita

FOTO. WARTAWAN TEMPO DOELOE. Jongkok kiri Hifnie Effendy, sampingnya Ardin Katoeng. Paling kanan Sjahranie Sjafei wartawan Masjarakat Baroe. Berdiri kanan, AA Adiwijaya (Pacifik). Satu-satunya perempuan Titiek Roelia (pembina). Foto diambil saat perpisahan dengan Pimpinan Umum SK Pembina, Anang Sulaiman (1955). Dk. Oemar Dachlan. PADA tahun 1920-an Kalimantan Timur yang pada waktu itu lebih dikenal dengan