OPINI KEPALA SUKU

                                                                       
Gaya Prabowo “Mengolok-olok” Joko Widodo

    Foto: Prabowo Subianto bergaya pidato pakai teks. (Kanavino-detikcom)     SATU kelebihan Prabowo Subianto adalah gayanya dalamnya berpidato. Ada yang menyamakan dengan mantan Presiden RI yang pertama, Soekarno.  Bila dibandingkan dengan Joko Widodo presiden RI sekarang,  jauh berbeda.  Soekarno juga orang Jawa, tapi pidatonya bergelegar. Dan tentu saja tidak “bikin ngantuk”.  Setiap usai

Jadi “Politikus Genderuwo” nya ada di Istana dan di Senayan?

oleh : Akhmad Zailani MASIH sekitar 5 bulan lagi Pilpres 2016., 17  April 2019. Makin panas.  Saling sindir. Karena tidak menyebutkan nama.  Antara penguasa dan pendukungnya versus kelompok oposisi. Siapa dan ada di mana “politikus genderuwo”?   Atau apakah saat ini sedang berlangsung “politik genderuwo” seperti yang dirasakan dan disampaikan  Presiden RI Joko Widodo, yang kepengen menjadi

Akrobat Kutu Loncat dalam Sirkus Demokrasi -2

  Studi ICW dalam Merebut Kursi, Menguras Bumi (2013), memberi gambaran bahwa “pilkada kemudian hanya menjadi momen konsolidasi elit lokal dengan pengusaha. Pilkada menjadi hal yang penting bukan untuk mencari siapa kepala daerah yang dapat membawa daerah lebih baik dari sebelumnya, melainkan momen penting yang menentukan siapa patron elit berkuasa yang akan berelasi dengan pengusaha 5 tahun ke

Akrobat Kutu Loncat dalam Sirkus Demokrasi

  . Oleh: Beggy Rizkiyansyah – Anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU)   Democracy is the art and science of running the circus from the monkey cage – H.L. Mencken (1880 – 1956) www.suarakaltim.com – “Please, call me cebong. Hari ini saya menjadi cebong. Silahkan panggil saya cebong,” demikian Kapitra Ampera mendeklarasikan pilihan politiknya untuk hinggap di PDIP baru-baru ini. Kapitra,

Mencekik Orang Sesat

Dalam wacana sejarah umat manusia, yang saya tahu hanya ada satu orang yang melakukan tindakan kriminal, bahkan pembunuhan, yang tanpa kausalitas sosial dan tidak dalam situasi peperangan-namun dilegitimasi sebagai kebenaran, bahkan oleh Tuhan. Ialah Nabi Khidhir, salam Allah untuknya. Pernah bersama Kiai Kanjeng saya ngrasain duduk di tempat Nabi Musa duduk uzlah bertapa, puncak Gunung

Sogi: Orang Tua Berperan Seimbangkan Hiburan dan Edukasi

Menjadi seorang ayah yang juga bekerja di dunia hiburan membuat Sogi Indra Dhuaja yakin dunia hiburan dan pendidikan adalah sesuatu yang sulit digabungkan. “Tidak bisa dimungkiri bahwa dunia entertainment (hiburan) jauh lebih laku dibandingkan sesuatu bersifat pendidikan,” kata pria yang biasa disapa Sogi ini pada acara hari ulang tahun KidZania Jakarta di Pasific Place Jakarta