Header Image

Viral di Medsos Gara-gara Pilpres, Ada Juga SDN Kudu 0, Berumur Sudah Tua

Viral di Medsos Gara-gara Pilpres, Ada Juga SDN Kudu 0, Berumur Sudah Tua

 

Pedagang dawet melintas di depan SD Negeri Kudu 01 Sukoharjo, Rabu 20 Maret 2019. Foto sekolah itu menjadi populer di media sosial lantaran dikaitkan dengan pilpres. Tempo/Ahmad Rafiq

 

TULISAN TERKAIT : Gara-gara Pilpres, SDN Larangan 01 dan SDN Kudu 02 Jadi Viral

 

JAKARTA, SUARAKALTIM.COM – Para pengajar di Sekolah Dasar Negeri Kudu 01 (SDN Kudu 01), Kecamatan Baki, Sukoharjo, menjadi heboh lantaran foto sekolahnya menjadi viral di media sosial. Mereka tidak menyangka nama sekolahnya menjadi bahan candaan yang menyegarkan di dunia maya.

“Saya kaget saat melihat foto sekolah ini bertebaran di internet dan Whatsapp grup,” kata salah satu guru, Nuruh Komariyah, Rabu 20 MAret 2019. Dia mengaku tidak mengetahui siapa yang pertama kali mengunggah foto-foto sekolah itu di media sosial.

Apalagi, nama SD Kudu 01 tersebut tiba-tiba dikaitkan dengan situasi politik menjelang pemilihan presiden. “Meskipun menjadi sebuah lelucon,” katanya.

BACA : Au Au, Netizen Heboh Ussy Sulistiawaty Pamer Bulu, Itu Baru Bulu Ketek, Ternyata …

Kudu merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang berarti harus. Netizen lalu mengaitkan hal itu, dengan nada bercanda, dengan keharusan memilih salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden.

Menurut Nurul, kehebohan itu tidak hanya terjadi di kalangan guru. Beberapa siswa juga ada yang membicarakan viralnya foto sekolahnya. “Tadi pagi ada siswa yang tanya ke gurunya,” kata dia.

Nurul menjelaskan penamaan sekolah tersebut berdasarkan nama desa di tempat itu. “Di sini termasuk di wilayah Desa Kudu,” katanya. Desan Kudu masuk wilayah Kecamatan Bali, Kabupaten Sukoharjo.

BACA : Jangan Gagal Fokus lah, Ini 5 Gaya Seksi Gisel yang Sempat Bikin Netizen Heboh

Desa itu memiliki dua sekolah dasar negeri, yaitu SD Kudu 01 dan SD Kudu 02. dengan viralnya SD Kudu 01, akhirnya nama SD Kudu 02 juga menyusul dibicarakan–tetap dengan nada guyonan.

Siti Wahyuni. guru lain di SDN 01, mengatakan bahwa sekolah itu usianya sudah cukup tua. “Ibu saya dulu sekolahnya juga di sini,” katanya. Padahal, saat ini ibunya sudah berusia 62 tahun.

Pada saat itu, lanjutnya, sekolah sudah menerima murid meskipun masih dalam tahap pembangunan. “”Waktu sekolah di sini, ibu saya membayarnya menggunakan batu bata,” katanya. Tercatat, sekolah itu didirikan pada 1949.(TEMPO)

Baca Juga :

Leave a Reply

shares