Header Image

Suami Bunuh Istri dan Anak di Blitar, Ini 7 Fakta terkait Kasusnya

Suami Bunuh Istri dan Anak  di Blitar, Ini 7 Fakta terkait Kasusnya

 
 

 www.suarakaltim.com– Seorang suami di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Nardi (33) tega mengahabisi nyawa istrinya, Sri Dewi (25). Nardi menusuk istrinya menggunakan pisau dapur. Istrinya tewas bersimbah darah di lokasi.

Anak pasangan suami istri itu yang masih berusia tujuh bulan juga ikut tewas.

Saat peristiwa penganiayaan terjadi, istrinya sedang menggendong anaknya yang masih bayi.

Dirangkum dari data lapangan, berikut x fakta suami bunuh istri dan anaknya yang berusa 7 bulan.

1. Sempat bertengkar hebat

Sebelum terjadi penusukan, warga sempat melihat Nardi dan Sri Dewi bertengkar hebat.

Warga yang melihat kejadian itu sempat melerai mereka berdua. Namun, tak lama setelah itu, mereka berdua kembali bertengkar.

“Saat kejadian, di sini hujan deras. Warga sudah berusaha melerai, tapi keduanya tetap bertengkar,” kata Ketua RT 5 RW 4 Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Minggu (17/2/2019).

2. Bunuh istri menggunakan pisau dapur

Saat bertengkar itu, Nardi sudah tampak membawa pisau dapur di genggamannya.

Warga yang melihat semakin tak berani mendekat.

Nardi semakin kalap dan menusuk istrinya menggunakan pisau dapat. 
Saat itu, istrinya sedang menggendong anak mereka yang masih berusia tujuh bulan.

Anaknya juga terkena tusuk dan ikut meninggal.

“Mereka tinggal di rumah orangtuanya Sri Dewi. Orangtuanya sudah tua, juga tidak berani melerai,” ujarnya.

Puluhan warga sedang berkumpul menunggu kedatangan jenazah kedua korban di rumah duka, Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Minggu (17/2/2019).
Puluhan warga sedang berkumpul menunggu kedatangan jenazah kedua korban di rumah duka, Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Minggu (17/2/2019). (surya.co.id/samsul hadi)

 

3. Pemicu pertengkaran Nardi dan Sri Dewi

Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Nardi sudah sempat bertengkar dengan istrinya.

“Dua hari sebelum peristiwa terjadi, suami istri itu sudah bertengkar. Tapi sempat didamaikan,” kata Ketua RT 5 RW 4 Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Hariono, Minggu (17/2/2019).

Pertengkaran suami istri itu diselesaikan di rumah Hariono.

Setelah didamaikan oleh ketua RT, pertengkaran pasangan suami istri itu mereda.

Pada Sabtu (16/2/2019), suami istri itu kembali bertengkar. 
Pertengkaran kedua ini merenggut nyawa Sri Dewi dan anaknya, VK yang masih berusia tujuh bulan.

Nardi menusuk istrinya yang saat itu sedang menggendong buah hati mereka.

Sri Dewi dan anaknya tewas di lokasi kejadian.

“Pertengkaran pertama terjadi Kamis lalu, sempat saya damaikan. Dua hari berikutnya bertengkar lagi sampai istri dan anaknya tewas,” ujar Hariono.

Hariono mengatakan pemicu pertengkaran pasangan suami istri itu karena cemburu.

Menurutnya, istrinya cemburu dengan suami.

Selain itu, istrinya juga terlalu mengekang si suami.

Istrinya melarang suami keluar rumah dan merokok.

“Itu pengakuan mereka saat saya damaikan waktu pertengkaran pertama. Saya juga tidak tahu kalau ada masalah lain,” kata Hariono.

4. Tersangka dikenal jarang keluar rumah

Dikatakan Hariono, Nardi selama ini bekerja sebagai penjual cengkeh dan memelihara ternak.

Nardi memang jarang keluar rumah untuk bergaul dengan tetangga.

Tetapi, secara sosial Nardi terkenal baik di kalangan warga.

“Dia orangnya sopan, biasanya juga jadi imam salat di masjid lingkungan sekitar,” ujarnya.

5. Kronologi pembunuhan

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa berdarah itu terjadi di rumah mertua pelaku di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Sabtu (17/2/2019) sekitar pukul 19.30 WIB.

Pelaku baru saja selesai salat Isya.

Usai salat, pelaku duduk sendiri di dapur.

Selama ini, pelaku tinggal di rumah mertuanya.

Kebetulan di rumah mertuanya sedang ramai berkumpul para keluarga pelaku dan korban.

Kedua orangtua pelaku juga sedang berada di rumah itu.

Selanjutnya, pelaku berbincang dengan ibunya, Suparmi di ruang tamu.

Sedangkan istrinya, Sri Dewi mengobrol dengan keluarganya di ruang lain dekat gudang.

Mereka menunggu makan malam bersama.

Lalu, pelaku dari ruang tamu berjalan menuju gudang.

Pelaku sempat berdiri sebentar di dekat gudang dan berjalan menuju ke dapur.

Istrinya, Sri Dewi mengikuti pelaku yang berjalan menuju ke dapur.

Sri Dewi mengikuti pelaku sambil menggendong anak keduanya, VK yang masih berusia tujuh bulan.

Pelaku kembali dari dapur sudah memegang pisau.

Sri Dewi tetap mengikuti suaminya sambil bilang ‘buat apa pisau Pak Nar, istighfar’.

Tapi pelaku tetap diam sambil mengarahkan pisau ke istrinya.

Istrinya takut dan lari keluar rumah sambil berteriak minta tolong.

Sedangkan orangtua Sri Dewi, Supriadi berusaha menghadang pelaku di dalam rumah tapi tidak berhasil.

Sri Dewi sambil menggendong anaknya berusaha menutup pintu rumah dari luar.

Pelaku menarik pintu dari dalam rumah.

Karena kalah kuat, pintu rumah berhasil dibuka oleh pelaku dari dalam.

Setelah berhasil membuka pintu dari dalam, pelaku keluar dan menutup kembali pintu rumah.

Pelaku menutup pintu dengan keras akibatnya listrik rumah padam.

Saat keluarga keluar rumah untuk menolong korban, posisi korban dan anaknya sudah terkapar bersimbah darah di tanah depan rumah.

Keluarga menemukan banyak luka tusukan di tubuh korban dan anaknya. 
Keluarga dan warga segera menolong korban dan anaknya.

Sedangkan pelaku setelah menjatuhkan pisau masih meronta-meronta saat dipegang oleh warga lainnya.

Pelaku malah sempat menggigit pipi kanan bagian bawah mertuanya, Supriadi.

6. Pelaku diamankan di Polres Blitar

Polisi sudah menangkap Nardian (38) alias Nardi, suami yang tega membunuh istrinya, Sri Dewi (29) dan anaknya, Vika Nadhira yang masih berusia tujuh bulan.

Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Blitar.

“Pelaku sudah kami amankan, sekarang kami masih mendalami motif kasus itu,” kata Kasubag Humas Polres Blitar, Iptu M Burhanudin, Minggu (17/2/2019).

Berdasarkan keterangan polisi, peristiwa berdarah itu terjadi di rumah mertua pelaku di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Sabtu (17/2/2019) sekitar pukul 19.30 WIB.

7. Pelaku sempat membuka baju dan kumandangkan adzan

Nardian (38) alias Nardi, sempat melepas pakaiannya setelah menghabisi istrinya, Sri Dewi (29) dan anak keduanya, VK yang masih berusia tujuh bulan di rumah mertuanya Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Sabtu (16/2/2019) malam.

Dalam kondisi telanjang bulat, Nardi berdiri di tengah jalan sambil mengumandangkan adzan.

Warga yang berkumpul di lokasi hanya melihat Nardi dari jarak jauh.

Tak lama kemudian polisi datang meringkus Nardi.

“Setelah kejadian, pelaku dalam kondisi telanjang sempat berjalan mondar-mandir di jalan depan rumah. Lalu polisi datang mengamankannya,” kata Ketua RT 5 RW 4 Dusun Sumbermanggis, Hariono, Minggu (17/2/2019).

Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan Nardi mengalami depresi sekitar dua minggu belakangan ini.

Nardi sering mengamuk seperti orang kesurupan. [surya.co]

 

Leave a Reply

shares