Soal Video Hoaks Ambulans Bawa Batu, (Katanya) Mabes Polri Dalami Tweet Denny Siregar, Berani Enggak?

Friday, 27 September 2019 | 6:34 pm | 81 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       
Denny Siregar. (Twitter)

“Nanti kami akan periksa secara komprehensif, yang jelas kami sampaikan dulu kepada masyarakat seperti itulah situasinya,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri

 

JAKARTA, SUARAKALTIM.COM-Mabes Polri segera mendalami penyebaran video yang menuduh ambulans Dinas Kesehatan DKI Jakarta  menyuplai batu dan bensin untuk anak STM saat demo di Gedung DPR RI.

Salah satu penyebar yang akan diselidiki adalah akun @dennysiregar7 milik Denny Siregar.

“Nanti kami akan periksa secara komprehensif, yang jelas kami sampaikan dulu kepada masyarakat seperti itulah situasinya,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jumat (27/9/2019).

Baca Juga : Sebelum Ditangkap, Dandhy Laksono Debat soal Papua Lawan Budiman Sudjatmiko

Menurutnya, paramedis dari Palang Merah Indonesia dan Dinkes DKI sudah memahami penjelasan dan klarifikasi dari Polda Metro Jaya.

“Dan teman-teman PMI sudah memahami bagaimana persepsi yang timbul dan fakta-fakta yang ada, itu sudah diluruskan kemarin juga,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan ada kesalahpahaman aparat Brimob terkait tuduhah mobil ambulans membantu menyuplai batu dan bensin saat terjadi bentrokan dengan massa pelajar SMK/STM saat demonstrasi di DPR RI.

Hal itu disampaikan Argo menanggapi video viral anggota Brimob yang menuduh petugas medis dan ambulans milik Pemprov DKI membantu pendemo menyiapkan batu dan bensin.

Setelah diselidiki, kata Argo, terjadi salah paham dari petugas Brimob yang melakukan sweeping terhadap enam unit mobil ambulans di dekat Gardu Tol Pejompongan, Jalan Gatot Soebroto, Kamis (26/9/2019) dini hari.

Dia mengklaim, batu dan bensi yang ditemukan adalah milik massa aksi. Saat itu, sejumlah peserta aksi berlarian mencari perlindungan di mobil ambulans.

“Jadi anggapan dari Brimob, diduga mobil ini yang digunakan perusuh, tapi bukan. Perusuh masuk ke mobil untuk perlindungan,” kata Argo.

Reza Gunadha | Stephanus Aranditio/suara.com

 

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply

shares