Header Image

Pembunuh Asiroh Nasution Masih Saudaranya, Tarung 30 Menit di Ranjang

Pembunuh Asiroh Nasution Masih Saudaranya, Tarung 30 Menit di Ranjang

Empat pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Asiroh Nasution, di Mapolres Serdang Bedagai, Sumatera Utara (11/04/2018). Foto: Humas Mapolres Serdang Bedagai (Sergai)

MEDAN, SUARAKALTIM.com-Pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Asiroh Nasution, guru SMPN 1 Serbajadi, Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, masih saudaranya. Adalah Purnomo Siregar (23) pelaku yang tinggal hanya berselang tiga rumah dari kediaman korbannya.

Purnomo membunuh saudaranya itu karena kepergok saat hendak mencuri honor Rp 5,5 juta milik guru Tikom yang merangkap pegawai Tata Usaha SMPN 1 Serbajadi itu. 

Pertarungan Purnomo dengan Asiroh Nasution di ranjang berlangsung lama sekitar 30 menit. Saat itu, Asiroh yang terlelap tidur terkejut melihat pria yang tak diundang masuk ke dalam kamarnya. 

Lajang berusia 36 tahun itu berontak saat dicekik Nomo. Bahkan, ancaman Nomo agar tidak berteriak pun tak digubris. Lulusan Teknik Informatika Universitas Teknologi Yogyakarta itu melakukan perlawanan sekuat tenaga.

Purnomo Siregar (tengah) pelaku perampokan dan pembunuhan

Perlawan tak seimbang membuat Asiroh tak berdaya saat didorong kuat pelaku hingga dirinya terjatuh ke lantai. Pergulatan berikutnya pun berlangsung di lantai kamar. Asiroh sempat melancarkan perlawanan dengan pukulan dan mencakar ke pelaku. 

Namun, perlawanannya itu berujung maut. Nomo yang kalap mengambil pisau yang berada di kamar itu dan menusukkannya ke leher. Darah pun bercucuran dari leher korban akibat tusukan pisau. 

Dok. Asiroh Nasution. Foto: Facebook

Dalam kondisi tenaga sisa, Asiroh tetap melawan dengan berteriak. Perlawanan ini yang membuat Nomo menutup wajah Asiroh sekuat tenaga dengan bantal hingga tewas. 

“Korban tetap teriak, meski sudah ditikam lehernya oleh korban sampai pisau bengkok, tetap melawan. Walaupun berdarah korban tetap melawan sampai setengah jam,” ujar Kapolres Serdang Bedagai (Sergai), AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, Rabu, 11 April 2018. 

Asiroh Nasution

Arman menjelaskan, korban tewas kehabisan nafas akibat bekapan bantal oleh pelaku. Setelah tidak bergerak, Nomo melucuti baju dan menggerayangi tubuh Asiroh.

Warga Desa Kelapa Bajohom, Kecamatan Serbajadi itu pun memperkosa wanita yang masih saudaranya. Setelah puas memperkosa, pria pengangguran itu pun kabur membawa uang hasil rampokan sebesar Rp 5,5 juta dan Handphone (Hp) korban.

“Pemerkosaan itu terjadi setelah korbannya kehabisan nafas. Bukti sperma di tubuhnya,” ujarnya. 

Purnomo Siregar, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Asiroh Nasution ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polres Sergai Bedagai di lapangan Taman Rimba eks lokasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-47 di Kabupaten Batanghari, Jambi, Jumat, 6 April 2018. 
  
Nomo adalah pelaku tunggal yang membunuh dan memperkosa Asiroh Nasution, di kamarnya Senin, 2 April 2018. Setelah membunuh dan memperkosa, Nomo kabur dan menemui tiga rekannya. Ketiganya ikut menikmati uang hasil rampokan Nomo masing-masing Rp 300 ribu.   

Tiga tersangka lainnya yang juga diamankan yakni, Didit Saftari alias Didit (36) warga Lingkungan VII, Kelurahan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Askito Tarigan (42) warga Dusun II, Desa Karang Tengah, Kecamatan Serbajadi, Suriono alias No (50) warga Desa Kelapa Bajohom, Kecamatan Serbajadi. 

“Pelaku kami tangkap di eks lokasi MTQ Jambi, bukan di rumah,” ujar AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, Sabtu, 7 April 2018.

 

sk-003/kriminology.id

Leave a Reply

shares