SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Nike Ardilla Anak Angkat Guru Sekumpul, yang Makamnya Selalu Diziarahi

Friday, 23 March 2018 | 7:51 am | 1330 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       

BANJARMASIN, SUARAKALTIM.com- – Nike Ardilla telah meninggal dunia 23 tahun lalu, tepatnya pada 19 Maret 1995.

Kendati begitu, hingga kini makamnya selalu ramai diziarahi orang, terutama para penggemarnya.

Lebih khususnya lagi di saat tanggal kematiannya tiap 19 Maret, mereka ramai berziarah dan membacakan Surah Yasin untuknya.

Bahkan, konon kabarnya makamnya juga bercahaya.

 

Nike Ardilla
Nike Ardilla (tribun style)

 

 

Biasanya, makam yang sering diziarahi itu karena penghuninya semasa hidup adalah orang saleh seperti ulama, ustazah atau orang saleh yang alim dan memiliki banyak amalan, dan yang sejenisnya.

Namun Nike bukanlah termasuk golongan itu tetapi makamnya selalu ramai diziarahi orang.

Nike bahkan disebutkan sering bolong salatnya.

 

Banyak yang mengatakan Nike meninggal dunia dalam keadaan husnul khatimah dan menimbulkan keramat.

Hal ini tentunya menimbulkan pertanyaan, kira-kira apakah amalan saleh Nike Ardilla semasa hidupnya sehingga dia berhak mendapatkan rahmat Allah seperti ini setelah kematiannya?

Diposting oleh akun Facebook Jamaah ABAH GURU Sekumpul pada 26 Juli 2017 lalu, mengabarkan bahwa Nike ternyata adalah anak angkat Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani al-Banjari dari Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

 

Guru Sekumpul ternyata pernah memberikan amalan berupa wirid yakni mengucapkan selawat 100 kali dan istigfar 100 kali sehari kepada almarhumah Nike.

Dia juga tak pernah memandang jelek orang lain dan tak suka mengurusi urusan orang lain.

Entah kapan pertemuan mereka, namun ada warganet di postingan ini yang menyebutkan Nike dulu pernah menemui Guru Sekumpul di rumahnya di Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar.

Di postingan itu diceritakan pula tentang sebuah wawancara kepada ibu Nike, Nining Ningsihrat tentang sosok Nike dan amalan-amalannya itu.

“Kisah Nike Ardilla (anak angkat KH Muhammad Zaini bin AbduL Ghoni).

Alhmh.Nike Ardila adalah seorang penyanyi pop di era 90an.dia kelahiran 27 Desember 1975.dia meninggal dalam usia 19 tahun pada tanggal 19 Maret 1995. Banyak orang mengatakan bahwa dia mati menimbulkan karomat. hampir tiap hari makamnya diziarahi banyak orang.

Pernah dulu tahun 2009 alfaqir ziaroh kequbur Nike Ardila dan silaturrahmi ke rumah ibu beliau (ibu Nining Ningsihrat). alfaqir menanyakan kepada ibu beliau apa amalan Nike Ardila selama hidup sampai dikatakan banyak orang mati dalam menimbulkan karomat.

 

Jawab ibu Nining, “dia tidak punya apa2, sholat sering bolong. tapi dia ga bisa mengejek orang sekalipun dan ga bisa menggaduh masalah orang lain. serta dia punya ayah angkat yang ada di banjar di sekumpuL yang disebut orang “Abah Guru SekumpuL”.nah ayah angkatnya itu yang mengajarkan Nike untuk shalat dan wirid.”Wirid yang dibaca cuma shalawat 100x sehari dan Istighfar 100x sehari itu saja amalan yang ayah angkat Nike beri ke Nike.

Dan satu lagi Nike bilang ke saya bahwa ayah angkatnya itu seorang wali. karna orang banjar menyebutkan bahwa ayah angkatnya itu wali dan Nike percaya bahwa ayah angkatnya itu wali.

Setelah Nike meninggal,saya sering mimpi Nike bahwa Nike sangat bahagia di sana. Dan pada tahun 2009 saya mimpi Nike tapi Nike bersama banyak orang yang pakaian semuanya putih2. Kata Nike ke saya, “ibu…. aku di sini bersama ayah angkatku,” kata Nike kepada ibunya. Dan orang sekitar maqom Nike pun sering melihat maqom Nike selalu mengeluarkan cahaya.

Itulah kata ibu Nining (ibunda Nike Ardila).

Nike Ardila cuma penyanyi biasa yang tidak menuntut ilmu sama sekali bahkan shalatpun sering bolong kata ibundanya. Cuma dia percaya dengan wali. Cuma modal percaya sama wali dan tidak mengejek keburukan orang lain udah dikasih Allah karomat.

Jauh bedanya dengan kita, namun kita cuma bisa minta ampun dan mengharap mati dalam keadaan husnul khatimah Aamiin..

Semoga kita juga bisa menuruti akan hal yang demikian itu,Aamiin… dimatikan dalam husnul khatimah, mampu mengucap kalimat syahadat wan dihadiri Rasulullah….. aamiiin….,” demikian isi postingan tersebut.

Guru Sekumpul pun telah meninggal dunia pada 10 Agustus 2005 lalu dan tahun ini umat Islam di Kalimantan Selatan bakal menggelar haulnya yang ke 13 pada Jumat (23/3/2018) ini di kediamannya di Sekumpul.

 

Leave a Reply