SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Jangan Coba-Coba Invasi Ke Indonesia, Menurut Data, Indonesia Masuk dalam Daftar Kekuatan Militer Terkuat di Dunia, Kalahkan Korea Utara, Australia, Belanda!

Monday, 1 April 2019 | 4:10 pm | 261 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       
PropellerAds
 
 
Peringkat kekuatan militer Indonesia di dunia
 

suarakaltim.com– Saat berkampanye di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Tengah pada Minggu (31/3/2019) pagi, Jokowidodo (Jokowi) menyebut kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ini menduduki posisi nomor 1 di tingkat ASEAN. Di dunia, Indonesia peringkat 15.

Jauh mengalahkan Korea Utara peringkat 18,  Australia peringkat 19,  Saudi Arabia peringkat 25, bahkan Belanda yang pernah menjjah Indonesia berada diperingkat 35. Irak pun sangat jauh kekuatan militernya dibanding Indonesia.  Menurut data Irak berada di posisi 53 dunia. Kekuatan ini tidak menghitung persediaan senjata nuklir.

Hosting Unlimited Indonesia

Tiga kekuatan militer masih dikuasai AS, Rusia dan China.

Khusus bila hanya membandingkan jumlah roket saja. Rusia diperingkat kedua  memiliki 3.860 peluncur roket. China 2.000 peluncur roket.   Indonesia–berdasarkan data_ memiliki 35 peluncur roket.

Mengenai kekuatan militer negara di dunia, Global Firepower kembali merilis hasil hasil survei ini menggunakan 55 parameter individual untuk menentukan skor PowerIndex suatu negara.

Hal ini memungkinkan negara-negara yang lebih kecil, lebih maju secara teknologi, untuk bersaing dengan negara-negara yang lebih besar dan kurang berkembang.

Survei ini tidak memperhitungkan persediaan persenjataan nuklir meski negara yang diyakini memiliki kekuatan nuklir memiliki penilaian tersendiri.

Tahun ini, Global Firepower melibatkan 137 negara dalam penelitian dan negara baru yang masuk tahun ini adalah Moldova.

Hosting Unlimited Indonesia

Masih sama seperti tahun lalu, peringkat tiga besar masih diduduki oleh Amerika Serikat, Rusia dan China.

Menurut data, AS memiliki unit 13.398 pesawat tempur berbagai jenis, 6.287 unit tank dan 415 buah kapal perang termasuk 24 kapal induk.

Di posisi kedua ditempati oleh Rusia yang memiliki sekitar 1 juta personel militer aktif dan 2,5 juta personel cadangan.

Militer Rusia diperkuat dengan 4.078 pesawat tempur, 21.932 tank, 50.049 kendaraan lapis baja lebih dari 10.000 artileri, dan 3.860 peluncur roket.

Di sektor maritim, Rusia memiliki total 352 kapal perang tetapi hanya memiliki satu kapal induk.

Di posisi ketiga ditempati oleh China, yang sekaligus menjadi negara dengan militer terkuat dari benua Asia.

China memiliki 2,1 juta personel militer aktif dan 510 ribu personel cadangan terlatih.

Kekuatan darat China masih ditambah 13.050 tank, 40.000 kendaraan lapis baja, lebih dari 10.000 artileri, dan lebih dari 2.000 peluncur roket.

Selanjutnya, peringkat keempat hingga kesepuluh ditempati oleh  India, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, Turki dan Jerman.

Manariknya, ternyata Indonesia masuk ke dalam daftar salah satu negara dengan militer terkuat di dunia.

Peringkat kekuatan militer Indonesia di dunia

www.globalfirepower.com
 
Peringkat kekuatan militer Indonesia di dunia

Dalam peringkat, Indonesia menduduki urutan ke-15, bahkan berhasil mengalahkan Israel yang menduduki satu peringkat di bawah Indonesia.

Hal ini juga mengindikasikan bahwa Indonesia juga memiliki kekuatan militer terkuat di Asia Tenggara.

Saat ini, Indonesia memiliki 400.000 personil aktif dan 400.000 personil cadangan.

TNI diperkuat dengan 315 tank, 1.300 kendaraan lapis baja, 497 altileri, dan 36 peluncur roket.

Selain itu, Indonesia memiliki 451 pesawat terbang.

Sedangkan kekuatan maritim Indonesia didukung dengan 221 kapal perang yang terdiri atas 8 fregat, 24 korvet, 5 kapal selam, 139 kapal patroli, dan 11 kapal penyapu ranjau.

Untuk melihat daftar lengkapnya, bisa dilihat di sini.

sk-011/tatik ariyani/intisari.grid.id/globalfirepower

 
Hosting Unlimited Indonesia

Leave a Reply