SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Heboh Kabar “Semua Berbau Jawa Hancur” di Jayapura, Bagaimana Faktanya?

Wednesday, 4 September 2019 | 7:47 am | 38 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       
SEBUAH akun Facebook bernama Ida Strasser Neue membagikan video dengan narasi yang menyebutkan keadaan terakhir Jayapura, Papua setelah kerusuhan yang terjadi disana pada 29 Agustus 2019 lalu.

Akun Ida juga menyebut bahwa semua yang berbau Jawa di Jayapura hancur dan mau pergi ke bandara harus menempuh waktu 3 hari lamannya.

Video KEADAAN TERAKHIR jayapura …mau ke BANDARA saja sampai 3 hari dan dikawal MARINIR DIEVAKUASI …semua yg berbau JAWA HANCUR !!!,” tulis Ida menyertai postingan video itu.

Video yang diposting 1 September 2019 pukul 00.14 itu direkam dari dalam mobil yang sedang melaju. Ada pula suara seorang perempuan yang terekam dalam video itu.

 

Dalam video berdurasi 46 detik itu, tampak pula bangunan di bagian kanan dan kiri jalan yang terbakar dan hanya tersisa puing-puingnya. “Habis semua, astaga! Bea Cukai hancur. Oh, my God. Abis, abis semua,” kata perempuan seperti yang terdengar dari dalam video itu.

Kini, postingan Ida sudah dibagikan lebih dari 12 ribu kali per tangkapan layar ini dibuat, Selasa (3/9/2019).

Okezone mencoba melakukan penelusuran. Hal yang pertama adalah menyesuaikan visual yang ada dalam video itu apakah benar di Jayapura. Okezone mencoba pengecekan lokasi dengan menggunakan Google Maps, tapi ternyata tidak tersedia street view di Jayapura.

Cara lain dengan mencari foto dan artikel yang memuat pemberitaan tentang Bea Cukai Jayapura. Hasilnya, didapati pemberitaan di media mainstream yang memuat bahwa memang benar ada aksi unjuk rasa yang berujung rusuh di Jayapura membuat Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Jayapura terbakar pada Kamis (29/8/2019) malam.

Foto: AFP

Akibatnya, aktivitas perkantoran dan pelayanan masyarakat terkait kepabeanan dan cukai di Jayapura terhenti.

Penelusuran lainnya, ditemukan foto-foto kondisi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Jayapura yang rusak parah setelah dimakan api.

Foto itu menampakkan sisi gedung yang hangus terbakar, kain terpal berwarna biru dan dua mobil yang rusak parah. Kondisi ini cocok dengan isi rekaman video yang diposting akun Ida.

Dengan demikian, terkonfirmasi bahwa memang benar ada bangunan yang hancur di Jayapura, tepatnya di Jalan Koti, sesuai alamat Bea Cukai Jayapura.

Baca Juga :  Siapa Bilang Tidak Ada Kuda Terbang, Ini Buktinya

Pimpinan redaksi satu media online di Papua, Syamsudin Levi, juga membenarkan bahwa isi video itu memang merupakan suasana Jayapura setelah kerusuhan pada 29 Agustus 2019. Video diambil di Jalan Koti, depan Pelabuhan Jayapura.

“Mobil itu dari arah pusat Jayapura menuju tanjakan Weref ke arah Argapura-Hamadi-Entrop dan Abepura,” kata Syamsudin Levi kepada salah satu media tergabung dalam tim cek fakta, 2 September 2019.

Narasi “semua yang berbau Jawa hancur” juga salah. Syamsudin Levi mengatakan, bangunan di Jayapura yang dibakar adalah rumah, tempat usaha, serta perkantoran milik pemerintah dan perusahaan swasta. Artinya, pembakaran itu tidak terkait dengan salah satu etnis tertentu.

Kondisi di Jayapura Papua

 

Daeng Ipul, relawan Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) yang sedang bertugas di Jayapura pun sempat diwawancarai salah satu media mainstream yang tergabung dalam tim cek fakta.

Daeng mengatakan, pada saat akun Ida Strasser Neue mengunggah videonya, dia juga menempuh perjalanan dari Abepura ke Bandara Sentani. Saat itu, Daeng hendak terbang ke Makassar.

Menurut Daeng, perjalanan dari Abepura ke bandara cukup lancar dan tanpa dikawal oleh marinir. “Jalanan sudah ramai dan warga mulai membuka toko,” katanya.

Daeng menjelaskan jalur ke bandara memang sempat tertutup pada 29 Agustus 2019 saat kerusuhan pecah karena banyak peserta demonstrasi yang berkumpul di daerah Waena dan Abepura. “Tapi itu cuma sebentar, saat mereka longmarch saja,” kata Daeng.

Kondisi di Jayapura Papua

Dikutip dari pemberitaan media mainstream lainnya, perkantoran yang juga hangus adalah Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP), Kantor Komisi Pemilihan Umum Papua, Gedung Plaza Telkom, Dinas Komunikasi dan Informatika Papua, serta Kantor Balai Besar dan Meteorologi, Klomatologi, dan Geofisika Jayapura. Ada pula kantor diler Suzuki Entrop, kantor diler Daihatsu, Hotel Horison Kotaraja, Hotel Gran Abe, dan lainnya.

Baca Juga : Rizal Ramli Tertawa Tahu Bank Dunia Minta Pemerintah Perbaiki CAD

Syarief Ramaputra, seorang relawan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menegaskan, dari hasil penelusuran tersebut, didapati bahwa video yang menjelaskan bahwa gedung Bea Cukai di Jayapura, Papua tepatnya di Jalan Koti memang ludes terbakar.

“Namun narasi yang menyebutkan bahwa perjalanan ke bandara sampai 3 hari dan semua yang berbau Jawa hancur adalah keliru dan masuk dalam kategori yang menyesatkan,” tegas Syarief dalam ulasan periksa faktanya di grup FB Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax, Selasa (3/9/2019).

 

Ade Putra/Foto: Facebook Ida Stasser Nueu/oz

Leave a Reply