SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Guru Agama di Kota Bangun Cabuli 9 Siswi SD Sambil Nonton Film Porno

Tuesday, 26 February 2019 | 2:25 pm | 248 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       
PropellerAds
 
Ilustrasi Pencabulan Anak (Andhika Akbarayansyah/detikcom)
 

KOTA BANGUN, www.suarakaltim.comGuru agama sebuah SD negeri di Kota Bangun, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, BS (57), jadi tersangka karena mencabuli sejumlah siswinya di dalam kelas. Parahnya, BS juga memperlihatkan film porno.

“Kalau dari keterangan anak-anak, kita sampaikan beberapa orang dikasih lihat film-film telanjang. Cuma kita cari di HP-nya belum ketemu,” kata Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa dilansir dari detikcom lewat telepon, Senin (25/2/2019).

Hosting Unlimited Indonesia

https://www.suarakaltim.com/tag/AKP-DamusAKP Damus menceritakan, BS melakukan perbuatan cabulnya ini di dalam kelas. BS memangku siswi, lalu memperlihatkan film porno. Di saat bersamaan, tangan BS meraba tubuh dan kemaluan korban yang rata-rata berusia 8-9 tahun.

BACA JUGA  Di Batam, Mantan Kontraktor Ditemukan Anaknya Tewas Tergantung di Kusen

 

Dikabarkan ada lebih dari 10 siswi yang jadi korban kebiadaban BS. Namun, menurut AKP Damus, sejauh ini ada 9 siswi yang mengakui pernah dicabuli BS.

Cabuli 9 Siswi SD di Kukar, Guru Agama BS Juga Perlihatkan Film PornoKasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa (Foto: Istimewa

“Ada 6 orang yang diraba-raba alat vitalnya. Pahanya, dadanya, sambil dipangku. Ada 3 orang juga yang sempat kemaluannya dimasuki pakai jari tersangka,” ucapnya.

AKP Damus menegaskan, pihaknya masih terus mengembangkan penyelidikan kasus ini. Polisi masih mendalami apakah ada siswi lainnya yang jadi korban. BS diduga telah melakukan perbuatan cabul ini sejak 2018.

BS saat ini mendekam di ruang tahanan Polres Kukar. Dia dijerat Pasal 287 KUHP dan Pasal 76e juncto Pasal 82 ayat 2 UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Foto ilustrasi

Hosting Unlimited Indonesia
 
Hosting Unlimited Indonesia

Leave a Reply