Header Image

AJI dan GNI Bagikan Trik Bongkar Kabar Bohong di Yogya

AJI dan GNI Bagikan Trik Bongkar Kabar Bohong di Yogya

 

www.SUARAKALTIM.com, YOGYAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen dan Google News Initiative memerkenalkan sejumlah tools untuk membongkar kabar bohong (hoaks). Perangkat digital itu tersedia di internet dan bisa diakses secara bebas.

“Ini teknologi yang bisa digunakan untuk menelusuri kebenaran informasi serta bisa digunakan secara mudah dan menyenangkan,” kata Sekretaris AJI Yogyakarta Bhekti Suryani di sela Workshop “Hoax Busting and Digital Hygiene” di LPP Garden Hotel Yogyakarta, 5 Oktober 2018.

Wokrshop itu menghadirkan dua pemateri utama; Sekretaris Jenderal AJI Indonesia Revolusi Riza dan Ketua AJI Medan Agus Perdana. Keduanya merupakan trainer khusus yang sebelum menjalani pelatihan oleh Google News Initiative.

Sedikitnya 50 orang peserta hadir dalam workshop setengah hari itu. Mereka datang dari beragam kalangan, dari mahasiswa, praktisi, akademisi, jurnalis, hingga aktivis anti-hoaks. Para peserta itu juga datang dari sekitar Yogyakarta, semisal Magelang dan Purworejo di Jawa Tengah.

Menurut Bhekti, informasi bukan lagi monopoli jurnalis. Perkembangan teknologi informasi kini, membuat publik bisa memproduksi dan mendistribusikan informasi. Jagad maya dibanjiri informasi, yang kerap kali tak jelas batasannya. Mana informasi yang benar dan mana yang palsu. “Di sinilah letak pentingnya pelatihan ini,” katanya.

Ada beragam tools yang diajarkan. Perangkat yang diajarkan tak hanya untuk melacak keabsahan konten, tapi juga menganalisa website abal-abal yang tak bertanggungjawab.

Sepanjang 2018 ini, AJI dan Google News Initiative menggelar puluhan workshop serupa di sejumlah daerah di Indonesia. Selain melibatkan masyarakat umum, juga digelar workshop khusus jurnalis. Para pekerja media penting untuk menguasai tools pembongkar hoaks karena fungsinya sebagai clearing house informasi.

Di Yogyakarta, workshop bersama para jurnalis digelar di Hotel Sahid Jaya selama dua hari, Sabtu-Minggu tanggal 6 sampai 7 Oktober 2018. Sebanyak 25 jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal terdaftar sebagai pesertanya

Leave a Reply

shares