Header Image

Ada Apa Ini, Bupati Berau yang Juga Ketua PKS Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka

Ada Apa Ini, Bupati Berau yang Juga Ketua PKS Ditetapkan Polisi Jadi Tersangka

 

TANJUNG REDEB,SUARAKALTIM.com – Muharram, Bupati Berau ditetapkan Polres Berau menjadi tersangka dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu.  Ditetapkannya Muharram ini berdasarkan aduan Panwas Berau seteah tiga kali dilakukan pemeriksaan.

“Panwas dalam kajiannya melihat itu adalah pelanggaran yang bisa ditindak pidana. Kemudian disampaikan ke kita, berikut juga barang bukti yang disampaikan Panwas,” kata Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, Minggu (24/6).

Prosedurnya, lanjut Sigit,  sudah sesuai dengan ketentuan, polisi dalam tindak pidana Pemilu dalam menyidik menerima aduan dari Panwas.

Sigit  mengatakan, sudah dilakukan pemeriksaan di Polres. Kaitanya dengan tindak pidana pemilu. Muharram diperiksa tiga kali.

Seperti diketahui, Muharram  di bulan Ramadan lalu, mengajak masyarakat untuk memilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur  nomor 3 Isran-Hadi.

Masih disampaikan Sigit, penyidik juga tidak bisa menahan Muharram, mengingat ancaman penjaranya sebagaimana perundang-undangan di bawah 5 tahun. “Karena ancamannya di bawah 5 tahun, tidak perlu dilakukan penahanan. Ancamannya cuma 1 tahun dari Undang-undang Pemilu (Undang-undang No 7 Tahun 2017),” katanya. 

Dia diperiksa polisi setelah dilaporkan Panitia Pengawas Pemilu tingkat kecamatan terkait pidato di muka umum dengan mengajak masyarakat untuk memilih pasangan nomor urut tiga di Pilgub Kaltim 2018, Isran-Hadi.

Kampanye itu digelar di rumah Muharram di Jalan Albina, Tanjung Redeb, Berau, pada Bulan Ramadan 2018.

Selain mengajak masyarakat mencoblos salah satu pasangan, Muharram juga berfoto dengan menunjukkan tiga jari.

Sementara itu, terkait penetapan tersangka ini, Muharram beralasan  dirinya bukan berkampanye atau mengampanyekan pasangan nomor urut tiga. Dia hadir di acara itu sebagai Ketua PKS, bukan sebagai Bupati Berau.

Tentang foto mengacungkan tiga jari, menurut Muharram karena disuruh juru foto yang mengabadikan momen acara.

“Pada saat Pak Isran mengajak berfoto dan fotografer bilang ‘angkat tangan Pak’, ya saya angkat tangan,” dalih Muharram.  sk-010/dari berbagai sumber/foto muharram

Leave a Reply

shares