Wali Katum atau Gusti Muhammad Ramli, Rajin Membaca Al Qur’an, Konon Bisa Ke Mekkah dalam Sekejap

HAUL

MINGGU, 28 April 2019. ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalsel dan daerah-daerah lainnya di Kalimantan berdatangan ke Desa Tabu Darat, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah . Mereka ingin mengikuti haul Wali Katum di 28 Sya’ban. Sudah 38 tahun yang lalu Wali Katum wafat. Di ekitaran kubah Wali Katum sesat jamaah.

Bahkan hingga Senin, 29 April, kendaraan roda dua dan roda empat masih terlihat memadati halaman makam Wali Katum.

Mengapa Wali Katum begitu dimuliakan, hingga 38 tahun kewafatannya, makamnya masih dikunjungi dan didoakan?

Penulis Manakib Wali Katum, M Isa Ansari kepada apahabar.com mengungkapkan, Wali Katum yang bernama asli Muhammad Ramli bin Anang Katutut adalah seorang yang suka berkhalwat, menyendiri di sebuah gubuk yang tidak berpintu.

Itulah sebabnya beliau di kemudian hari bergelar Wali Katum. Kata “Katum” diambil dari bahasa Arab yang berarti “Sembunyi.

”Diceritakan, Isa Ansari, Wali Katum yang nama kecilnya Artum Ali itu sejak kecil dikenal ganjil. Orang mengira dia seorang pemalas, meski fisiknya tidak lemah.

“Di mata masyarakat, beliau dikenal pemalas. (padahal sebenarnya, red) Beliau menghabiskan waktu untuk Allah SWT,” ujarnya pada apahabar.com, Senin (29/4).

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply