SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Viral Tanaman Bajakah Jadi Obat Kanker, LIPI : Penelitian Masih Setingkat Level SMA

Saturday, 17 August 2019 | 7:04 am | 178 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       
 
Tanaman Bajakah dipercaya dapat jadi obat kanker (Foto : DokterSehat)
 
 

SUARAKALTIM.COM-Viralnya pembahasan Bajakah berawal dari riset tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tentang tanaman langka ini bisa dijadikan obat kanker. Karena riset itu, mereka menjuarai ajang kompetisi Life Science di Seoul, Korea Selatan.

Tanaman langka ini memang tumbuh di hutan pedalaman Kalimantan, yang kerap digunakan untuk orang-orang Dayak. Tak disangka kandungan senyawa dari Bajakah disebut-sebut bisa menjadi obat kanker payudara.

Dalam riset ini, ketiga peneliti remaja itu menggunakan dua ekor mencit atau tikus kecil berwarna putih (mus cumulus). Sebelumnya tikus itu diinduksi zat pertumbuhan sel tumor atau kanker.

penemu obat

 

Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani (Foto : Coconuts)

Sel kanker kemudian berkembang di tubuh tikus, dengan ciri banyaknya benjolan pada tubuhnya. Setelah diberikan cairan kayu Bajakah, tikus tersebut terselamatkan.

Adanya penelitian tersebut membuat masyarakat ikut membahas kebenarannya. Sebagian orang percaya dengan Bajakah yang bisa jadi obat kanker.

Tersebar pula di WhatsApp Group (WAG) foto-foto terkait wujud Bajakah yang dikemas dalam plastik. Tertulis pula profil serta khasiat dari tanaman langka itu.

Dengan kemunculan kabar itu, membuat sebagian orang langsung percaya. Sayangnya, dari beberapa peneliti yang profesional belum percaya dengan khasiat tersebut.

Bajakah Obat Kanker

Peneliti LIPI Dr Andrea Agusta mengatakan, walau hasil risetnya mendunia, sayangnya penelitian tersebut masih setingkat level SMA. Para peneliti remaja itu harus benar-benar membuktikan risetnya agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

 

“Penelitian mereka saya yakin belum memenuhi kriteria sebuah riset ilmiah. Karena tergolong masih riset ilmiah tingkat remaja,” ucap Andrea lewat pesan singkat, Jumat (16/8/2019).

ia menegaskan, di luar negeri level penelitian seperti itu masih dalam taraf pembentukan karakter anak. Mereka jelas butuh pendampingan untuk penelitian lebih lanjut.

“Yang perlu diingat walaupun tumbuhan itu viral, kriteria risetnya masih minim. Butuh riset lebih lanjut,” bebernya.

Tanaman Bajakah obat

(Foto : Eeverychina)

 

Sebelumnya juga disebutkan bahwa Bajakah punya kandungan senyawa berupa fenolik, steroid, tannin, alkaloid, saponin, terpenoid, hingga alkaloid. Itu merupakan senyawa aktif antioksidan yang berlimpah, sehingga membuatnya mampu menjadi penawar radikal bebas, terutama pencegah kanker.

 

 
 

Dewi Kania/oz

Leave a Reply