SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

Viral, Bule Cuci Alat Vital Pakai Air Suci di Bali

Wednesday, 14 August 2019 | 7:07 am | 36 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       

Sepasang bule melecehkan tempat suci di Bali dengan mengambil air suci lalu dibasuh ke bokong teman perempuan. Video viral ini membuat geram masyarakat Bali. (Instagram @sabrina)

 
Dua bule pria dan wanita yang diduga melecehkan tempat suci di Bali. 
 

DENPASAR, SUARAKALTIM.COM Belum selesai heboh video warga asing mengamuk di jalanan di Bali, kini muncul video dua warga asing yang diduga melakukan pelecehan pada tempat suci di Bali.

Dalam video berdurasi sekitar 10 detik tersebut dua warga negara asing terlihat sedang berada di kawasan Monkey Forest, Ubud, Bali.

Dalam areal tersebut terdapat Pelinggih yang disucikan warga setempat.

Sambil tertawa pria yang ada dalam video tersebut mengambil air dari pancuran pelinggih kemudian digunakan untuk membasuh bokong teman perempuannya.

Setelah melakukan hal itu mereka terlihat tertawa tanpa rasa bersalah sama sekali.

Belakangan diketahui pelaku perempuan adalah Zebina Delozalova sedangkan pria yang bersamanya diketahui bernama Zdenek Slouka.

Keduanya berasal dari Republik Ceko.

Dikecam warga Bali

Aksi keduanya viral dan menuai kecaman dari warga Bali dan netizen.

Salah satunya datang dari tokoh perempuan Bali Ni Luh Djelantik.

Bahkan melalui akun instagramnya Djelantik mengecam tindakan kedua warga Ceko tersebut.

Dalam akun Instagramnya Luh Jelantik menulis “..Bali tak lagi harus diam. Jemput kedua manusia ini dan juga yang merekam videonya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya..”

Senin (12/08/2019) Djelantik mengatakan sangat kesal dengan aksi kedua warga asing ini.

Pasalnya dalam klarifikasi yang dilakukan keduanya menyebutkan bahwa tidak mengetahui bahwa tempat tersebut adalah tempat suci.

“Kalau mereka baru pertama kali ke Bali dan tidak mengetahui itu tempat suci bisa kita maklumi.

Tapi kalau kita dengarkan rekaman di video itu jelas-jelas mereka tahu itu tempat suci, si pengambil gambar menyebut air suci dan meminta untuk menggunakan air suci untuk mencuci alat vital si perempuan,” katanya.

Kedua WNA berbohong

Bukti keduanya berbohong dapat dilihat dari postingan di media sosialnya.

Di mana keduanya berada sudah cukup lama di Bali.

Tentunya harus paham dengan Bali beserta adat istiadat dan kepercayaannya.

Menurutnya apa yang dilakukan kedua warga Ceko tersebut akan membuat orang tidak respek pada Bali.

Seakan-akan wisatawan bisa berbuat sesuka hati dan mengabaikan nilai-nilai lokal.

Selain itu di masa mendatang perlu filter yang ketat bagi turis yang datang.

Bali tidak butuh jumlah yang besar, tapi paling penting kualitas.

“Bali itu cinta damai, tapi kita harus tetap bisa memfilter dan lebih selektif lagi.

Kita tak butuh kuantitas, kita butuh mereka yang bisa menghargai Bali,” ucap Ni Luh Djelantik.

Diunggah anggota DPD

Pelecehan ini viral di media sosial, saat diunggah oleh akun resmi anggota DPD RI, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna.

Belakangan diketahui, kedua wisatawan tersebut telah minta maaf melalui akun @sabina_dolezalova_ifb, Minggu (11/8/2019).

Berdasarkan informasi warga Desa Padangtegal, tempat suci Hindu yang dilecehkan tersebut diduga memang berada di kawasan Monkey Forest.

Namun ia memastikan, hal tersebut terjadi tanpa sepengetahuan petugas Monkey Forest.

Sebab lokasi tersebut relatif jauh dari jangkauan.

Saat ini, kata dia, pihak managemen Obyek Pariwisata Monkey Forest Ubud tengah melakukan rapat terkait masalah ini.

“Itu pelecehan, tapi karyawan tidak ada yang tahu, kemungkinan karyawan tidak sampai batas sana.

Dari suara video, kemungkinan guide yang memandu kedua wisatawan itu bukan orang Hindu, jadi dia tak tahu yang dilakukan wisatawannya telah melecehkan umat Hindu,” ujar sumber yang tak mau disebut identitasnya.

Bidang Informasi Obyek Wisata Monkey Forest Ubud, mengatakan saat ini pihak manajemen tengah mengadakan rapat terkait kejadian tersebut.

“Saat ini pihak manajemen tengah menelusuri kebenaran kejadian itu.

Kami belum bisa pastikan itu terjadi di kawasan Monkey ForestUbud,” ujar seorang staf saat dihubungi via telepon.

Tri Mulyono/surya.co.id

 

 

Leave a Reply