Header Image

TKN Sebut Kabar Penangkapan Ketum PPP Romahurmuziy Bukti Tidak Adanya Intervensi Hukum Oleh Jokowi

TKN Sebut Kabar Penangkapan Ketum PPP Romahurmuziy Bukti Tidak Adanya Intervensi Hukum Oleh Jokowi

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (kiri) didampingi Sekjen Arsul Sani menghadiri acara pembukaan Rapimnas IV dan Workshop Nasional PPP di Jakarta, Selasa (26/2/2019). – ANTARA/Reno Esnir

 

BACA JUGA : KPK Tangkap Tangan Ketua Umum PPP Romahurmuziy

TKN akan segera menggelar rapat membahas kabar penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Hingga kini belum diketahui sebab tertangkapnya Romi oleh KPK di Jawa Timur.

 
 

JAKARTA, SuaraKaltim.com Kabar ditangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditanggapi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Tanggapan diberikan sebab Romi merupakan Ketua Umum PPP yang mengusung Jokowi-Ma’ruf di pemilu 2019.

Juru Bicara Milenial TKN Syafril Nazirudin mengatakan, jika kabar OTT tersebut benar maka hal itu membuktikan tidak adanya tebang pilih yang dilakukan penegak hukum di era kepemimpinan Jokowi.

“Hal itu juga membuktikan bahwa isu Jokowi mengkriminalisasi lawan politik dan sebagainya tidak benar. Jokowi benar-benar tidak pernah mengintervensi permasalahan hukum,” tutur Syafril kepada Bisnis, Jumat (15/3/2019).

Romi dikabarkan tertangkap KPK di salah satu daerah pada Provinsi Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, Polda Jawa Timur telah membantu KPK dalam melakukan OTT tersebut.

Barung menyebut penangkapan itu dilakukan hari ini. Akan tetapi, dia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kasus yang membuat Romi ditangkap KPK.

TKN dikabarkan segera menggelar rapat untuk menanggapi kasus yang menjerat Romi. Sementara hingga saat ini belum ada keterangan dari DPP PPP mengenai kabar tertangkapnya Romi

“TKN akan segera rapat untuk koordinasi membahas hal ini,” tutur Syafril.

PSI

Partai Solidaritas Indonesia mengaku terkejut atas kabar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy yang diduga terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

Kendati demikian, Juru Bicara PSI Bidang Hukum Rian Ernest tetap berharap agar KPK bekerja secara profesional menangani kasus ini secara tuntas.

“Kasus ini juga menunjukan bahwa penegakan hukum dan pemberantasan korupsi berjalan baik di negeri ini. Jauh dari “tebang pilih” seperti yang dituduhkan kepada Pak Jokowi,” ungkap Rian kepada Bisnis, Jumat (15/3/2019).

Seperti diketahui, “tebang pilih” yang PSI maksud, yaitu sebab Romi merupakan salah satu petinggi TKN Jokowi-Ma’ruf pengusung capres-cawapres petahana. Selain itu, sebagai pimpinan parpol, Romi pun merupakan rekan satu Koalisi Indonesia Kerja (KIK) bersama PSI.

“Tidak ada perlindungan hukum yang dilakukan Pak Jokowi kepada siapa pun yang bermasalah secara hukum,” tambahnya.

“Kasus ini juga menunjukan pidato Ketum PSI Grace Natalie, benar. Bahwa komitmen pemberantasan korupsi di tubuh partai politik sangat lemah,” tutup Rian.

{bisnis

BERITA LAINNYA 

Leave a Reply

shares