Header Image

Sudah Cukup Perlakuan Terhadap Honorer, Beri Kesempatan Prabowo-Sandi!

Sudah Cukup Perlakuan Terhadap Honorer, Beri Kesempatan Prabowo-Sandi!

 

BACA :

Pose Dukung Prabowo-Sandi, 6 Guru Honorer Langsung Dipecat Pemprov Banten

 

JAKARTA, SUARAKALTIM.COM– Isu pengangkatan honorer K2 menjadi PNS dalam silaturahmi nasional (silatnas) memantik reaksi Ketum Umum PROPAS (Pro Prabowo-Sandi) K2 Indonesia Bhimma.

Dia mengaku heran dengan sikap sekelompok pengurus forum honorer K2 yang terus melakukan penipuan.

Karena itu, dia mengimbau seluruh honorer K2 Indonesia untuk tetap fokus menjalankan aktivitas di daerah masing-masing.

“Jangan terpancing dengan isu-isu yang bisa menghilangkan akal sehat semuanya,” kata Bhimma kepada JPNN, Jumat (22/3).

Dia menambahkan, janji pemerintah membuat migrain. Salah satunya ialah pengusulan RUU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan pada 2016 dan dimasukkan prioritas Prolegnas 2017.

 

BACA : 

Honorer K2 dari 30 Provinsi Deklarasi Dukungan ke Prabowo –  Sandi

Jelang Silatnas Bareng Jokowi, Honorer Dimintai Rp 500 Ribu per Orang

Waduh, Gaji Guru Honorer di Papua Barat Belum Dibayar

Sekitar 2500 Pegawai Honorer Penajam Bakal Diampihi, Setelah Pemkab Terapkan PP Ini

Survei: Mayoritas Publik Tidak Puas Dengan Kinerja Jokowi

 

Namun, RUU itu ternyata tidak rampung. Hal yang sama juga terjadi pada prioritas Prolegnas 2018 dan 2019.

Padahal Surat Presiden (Surpres) tanggal 22 Maret 2017 mengamanatkan pembahasan RUU ASN antara pemerintah melalui tiga menteri selambat-lambatnya ketika surpres turun.

Presiden kemudian menugasi menteri yang mewakili untuk membahas RUU bersama DPR dalam jangka waktu 60 hari sejak surat dilayangkan.

Namun, kenyataannya ternyata jauh panggang dari api. Karena itu, Bhimma meminta pemerintah tidak memberikan harapan palsu kepada honorer K2.

“Kalau pemerintah Jokowi tidak bisa menyelesaikan, saatnya 2019-2024 kesempatan Prabowo-Sandi menyelesaikan semua permasalahan honorer K2 ditingkatkan statusnya jadi PNS atas penghargaan dari pemerintah yang sudah mengabdi berpuluh-puluh tahun,” kata Bhimma.

Dia menambahkan, perjuangan para honorer K2 sudah melampaui akal sehat.

Para honorer K2 juga sudah melakukan segala cara. Mulai beraudiensi hingga berdemonstrasi.

“Hanya orang dungu yang menelantarkan rakyatnya sendiri. Honorer K2 tidur di aspal depan Istana tanggal 30-31 Oktober 2018. Sudah cukup K2 Indonesia dizalimi sampai akhir 2018,” kata Bhimma. [jp]

 

 

Leave a Reply

shares