Header Image

Semua Puskesmas 24 jam di Samarinda Tetap Buka dan Tetap Beri Layanan Saat Lebaran

Semua Puskesmas 24 jam di Samarinda Tetap Buka dan Tetap Beri Layanan Saat Lebaran

SAMARINDA, SUARAKALTIM.com– Semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) 24 Jam di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tetap buka dan memberikan pelayanan normal seperti hari biasa meski memasuki cuti bersama dan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

“Jumlah Puskesmas rawat inap atau Puskesmas 24 Jam yang ada di Samarinda dan tetap membuka pelayanan seperti hari biasa terdapat enam unit, makanya warga yang memerlukan pertolongan tetap bisa mendapat pelayanan,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda drg Rustam di Samarinda.

Ia kembali menjelaskan bahwa selama liburan dan cuti bersama Idul Fitri, Puskesmas 24 Jam yang ada di Samarinda tetap memberikan pelayanan maksimal seperti biasanya. Namun untuk Puskesmas biasa memang libur mengikuti cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sebanyak enam unit Puskemas rawat inap yang tetap memberikan pelayanan kesehatan selama libur lebaran dan cuti bersama itu adalah Puskesmas Sungai Siring, Lempake, Makroman, Palaran, Puskesmas Bantuas, dan Trauma Center Puskesmas Loa Janan Ilir.

Jam tugas dokter dan tenaga kesehatan di Puskesmas rawat inap itu digeser waktu libur dan cutinya.

“Semuanya sudah menyatakan bersedia, maka pelayanan di Puskesmas 24 Jam tetap normal seperti biasanya,” kata Rustam.

Ia juga mengatakan bahwa untuk pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) IA Moeis Samarinda, selama liburan dan cuti bersama Idul Fitri juga memberikan pelayanan seperti biasa, karena pada liburan bersama tahun ini, tenaga kesehatan maupun dokternya sudah diatur bergantian oleh manajemen rumah sakit.

“Jumlah tenaga kesehatan dan dokter yang berada di rumah sakit memang tidak sebanyak hari biasa, tapi dokternya menyatakan siap dipanggil datang ke rumah sakit jika diperlukan memberikan layanan. Pokoknya kualitas pelayanan tidak menurun walau sebagian ada yang libur dan mengambil cuti bersama,” katanya.

Semua dokter menyatakan bersedia datang ketika dipanggil untuk melakukan tindakan darurat. Misalnya jika ada pasien yang harus segera mendapat pertolongan untuk operasi atau tindakan darurat lain, meski dokter yang siaga juga sudah ada. (*)  sk-006/ m.ghofar/antaranews.

 

Leave a Reply

shares