SUARA KALTIM-Online
SUARA KALTIM-Online SUARA KALTIM-Online

MUSSIDI, SASTRAWAN BRUNEI DARUSSALAM

Friday, 16 February 2018 | 10:32 am | 566 Views |
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
                                                                       
PropellerAds

HAJI  Morshidi bin Haji Marsal, akrab dipanggil Mussidi, dilahirkan pada tanggal 22 Juni 1955 di Bandar Sri Begawan, Brunei Darussalam.

Hosting Unlimited Indonesia

Mussidi menyelesaikan pendidikan dasarnya di sekolah-sekolah Melayu di Brunei Darussalam pada tahun 1974.

Pada tahun yang sama, Mussidi mendapat beasiswa Kerajaan Brunei Darussalam untuk melanjutkan studinya di Dartington College of Arts, Totnes, Devon, Inggris dan tiga tahun kemudian, ia dapat meraih gelar Diploma of Art and Design in Education.

Setahun setelah itu, 1978, ia memperoleh Certificate of Special Studies in Two Dimensional Expression dari universitas yang sama. Pada tahun 1988 ia kembali ke Inggris untuk mengikuti pelatihan di Postgraduate Diploma in Electronic Graphics di Coventry Polytechnic selama setahun.

Setelah itu, Mussidi kembali ke Brunei dan bekerja di Departemen Radio dan Televisi Brunei Darussalam sebagai desainer gambar hingga saat ini.

Sebagai sastrawan, Mussidi telah melahirkan banyak karya sastra berupa cerpen dan novel yang diterbitkan dalam berbagai bentuk, di antaranya: yang terbit dalam majalah dan bulletin, yaitu: Kecoh, dalam Mastika, Malaysia, 1981; Jantung, dalam Berita Minggu, Singapura, 1982; Senyum, dalam Berita Minggu, Singapura, 1982; Mual, dalam Berita Minggu, Singapura, 1982; Alhamdulillah! Alhamdulillah, dalam Sarina, Brunei Darussalam dan banyak lagi.

Hosting Unlimited Indonesia

Sedangkan karya-karya Mussidi dalam bentuk antologi perseorangan, baik cerpen maupun novel di antaranya KECOH. Brunei: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1991.A4 (novel); Jangaaan!, Insomania, Ambillah, Sayap, Paranoia, Raja Segala Taman, Levitasi, Berita Perdana, Raja Ikan, dan Anu (cerpen). TUM!, kumpulan novel. Brunei: Penerbit HM, 2000 dan banyak lagi.

Karya-karya Mussidi dalam bentuk antologi bersama, di antaranya: Masalah-masalah, Suasana dalam SUASANA. Brunei: Kementerian Urusan Agama Brunei Darussalam, 1983. Basikal Idaman (cerpen anak-anak). Brunei: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1988, Ada yang Tidak Betul dengan Jiran Saya, dalam Orang di Jembatan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 2001, dan lainnya.

Atas karya dan jasa-jasanya pada sastra, Mussidi telah dianugerahi beberapa penghargaan, di antaranya: Juara I Lomba Menulis Cerpen dengan judul Masalah-Masalah pada acara Isra’ Mi’raj dari Departemen Agama Brunei, tahun 1981. Juara II Lomba Menulis Cerpen dengan judul Suasana pada acara Isra’ Mi’raj dari Kementrian Urusan Agama Brunei, tahun 1982. Juara I Lomba Menulis Cerpen dari QAF Holdings Berhad, tahun 1991. Hadiah Kreatif Majalah Bahana, kategori Cerpen Terbaik, tahun 1989 hingga 1997, 2000, dan 2003. Penghargaan dari SEA Write Award di Bangkok tahun 1994.foto ist/dok.pribadi/disadur dari buku Antologi cerpen Borneo Pilihan Borneo 2012; Aminah Sjoekoer di Atas Kapal Nederland, Sultanpustaka, 2013

Hosting Unlimited Indonesia

Leave a Reply