Corona B117 Sudah Masuk ke Indonesia, Ini 4 Cara Melindungi Diri

 
 
 
Suara Kaltim – Pemerintah mengabarkan varian baru Corona B117 asal Inggris sudah terdeteksi. Kabar ini diumumkan setahun sejak infeksi COVID-19 dilaporkan masuk ke Indonesia.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada 2 orang yang dilaporkan terinfeksi varian baru B117. Varian ini jadi perhatian karena sifatnya yang lebih mudah menular dan belakangan disebut juga berpotensi berkaitan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi.

“Strain baru diperkirakan memiliki protein spike yang ‘terbuka’ lebih lama dari aslinya, memungkinkan mereka memasuki sel manusia lebih cepat sehingga membuatnya lebih menular,” kata Dr Scott Braunstein, direktur medis Sollis Health di Los Angeles kepada Healthline.

Sekarang, setahun setelah pandemi yang melanda dunia, kita tahu ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan berkontribusi pada lonjakan kasus.

Bahkan dengan tersedianya vaksin COVID-19, akan butuh waktu cukup panjang untuk memvaksinasi jutaan orang yang berisiko. Oleh karena itu, tindakan pencegahan tetap harus dilakukan.

Berikut cara melindungi diri dari keterpaparan varian baru COVID-19 dikutip detikcom dari berbagai sumber:

1. Pakai dua lapis masker

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan pemakaian dua lapis masker lebih dianjurkan untuk mengurangi risiko infeksi. Pemakaian masker rangkap ini sangat disarankan terutama jika berada di wilayah atau tempat penularan berisiko tinggi.

Jika kebetulan mengunjungi tempat yang ramai, mengenakan masker rangkap bisa lebih baik daripada mengenakan masker yang tipis. Jika tidak memungkinkan memakai masker rangkap, kenakan masker yang memiliki dua atau tiga lapisan di dalamnya.

Penting juga untuk memeriksa jenis, kualitas, dan kesesuaian masker saat Anda bepergian. Kenakan masker yang pas, yang menutupi hidung, mulut Anda dengan baik dan mencegah masuknya kuman.

2. Sering-sering bersihkan tangan

CDC merekomendasikan untuk terus menjaga kebersihan dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Bisa juga dengan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol jika sabun dan air tidak tersedia.

mencuci tangan dapat mengurangi risiko terjadinya infeksi. Penting untuk diingat bahwa mencuci atau membersihkan tangan dilakukan saat melepas masker, dan sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut.

3. Vaksinasi!

Vaksinasi disebut sebagai upaya yang akan membantu mencegah lonjakan virus yang berulang. Ini juga akan membantu mencapai kekebalan kelompok lebih dekat, dan bahkan mengurangi keparahan infeksi.

Para ahli menyarankan untuk segera divaksin, jika sudah tersedia. Saat ini, upaya vaksinasi dilakukan secara bertahap dengan kelompok rentan sebagai prioritas.

4. Kurangi nongkrong

Kelelahan akibat pandemi COVID-19 telah membebani kita semua. Banyak yang mulai bosan mempraktikkan upaya pencegahan dan kembali nongkrong bersama rekan sejawat.

Jika Anda termasuk salah satunya, ingat, setiap orang yang akan Anda temui di luar akan memicu risiko tertular COVID-19 dan bahkan mungkin membuat pelacakan kontak menjadi sulit.

Upaya mempraktikkan jaga jarak sosial juga harus diikuti dengan bijak, setiap kali keluar rumah. Hindari untuk bertemu dengan banyak orang dalam satu waktu di masa pandemi ini. health.detik.com

 
 
 

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply