Header Image

Ada Cawagub “Keseleo Lidah”, Ada Industri 4,0 mengarah ke Robot-Robot & dan Bila Duit APBD Habis Minta Lagi Ke Kementerian

Ada Cawagub “Keseleo Lidah”, Ada Industri 4,0 mengarah ke Robot-Robot & dan Bila Duit APBD Habis Minta Lagi Ke Kementerian

CATATAN dari debat kandidat Cagub-cawagub Kaltim periode 2019-2023 yang ditayangkan melalui Metro TV.

@ Akhmad Zailani 

SUARAKALTIM.com PADA Kesempatan sesi pasangan calon (paslon)  saling memberikan pertanyaan pada pasangan calon yang lain termasuk sesi yang paling seru dan ramai.

Di Sesi antara Cawagub  Awang Ferdian dan Safaruddin,  ada “keseleo lidah’ Rp. 1 trilyun 1 desa. Ada juga sorotan Safaruddin tentang siluman-siluman yang membuat dana APBD tidak sampai ke tangan masyarakat. Juga ada “pertanyaan berat” tentang industri 4,0. Safaruddin secara singkat memberi tangapan balik, industri 4,0 yang mengarah ke robot-robot.  Lalu ada pula  bila APBD habis maka akan diupayakan minta duit lagi ke kementerian. Seru.

Di sesi ini kedua cawagub terlihat begitu akrab. Beberapa kali berpelukan. Cipika cipiki. Berjabat tangan.  Dan penonton pun sepertinya terhibur. Karena terdengar suara tawa.

Pada  sesi ini paslon akan saling memberikan pertanyaan dan menjawab serta memberikan tanggapan.  Hos Andini dari metroTV langsung memulai host Debat Kandidat calon Gubernur dan Calon wakil gubernur Kaltim 2018-2023.

 ‘’Baiklah kita langsung saja kepada sesi calon wakil gubernur yang diberi kesempatan untuk bertanya jawab. Masing-masing calon memiliki 30 detik untuk bertanya, 1 menit untuk menjawab, 1 menit untuk menanggapi dan 30 detik untuk menanggapi kembali,’’ jelas Andini Effendi, host dari Metro TV.

Nomor urut 2 mendapat kesempatan pertama bertanya kepada  pasangan calon nomor urut 4.

Cawagub paslon nomor H Awang Ferdian Hidayat pun berdiri.   ‘’Merdeka,’’ kata Awang Ferdian sambil mengangkat tangan.  Rusmadi Cagub paslon nomor 4 tertawa, sedangkan cawagub Safaruddin  mengangkat tangannya., merdeka.   Berdiri mengangkat tangan lalu duduk kembali. Merdeka adalah salam yang digunakan oleh kader atau pengurus PDIP. Biasanya di awal dan di akhir berpidato.  Awang Farouk adalah kader PDIP  yang turut mendongkrak perolehan suara PDIP di Kaltim  pada pemilu 2014 lalu sehingga dirinya menjadi anggota DPR RI melalui PDIP.

‘’Selamat malam pak Safaruddin,’’ kata Awang Ferdian.

Awang menanyakan, dari visi misi yang disampaikan paslon nomor 4, akan mengalokasikan  Rp 5 milyar sampai Rp. 10 milyar per desa. Jika hal itu direalisasikan,  maka akan menghabiskan anggaran kurang lebih  Rp 8, 4 trilyun.  ‘’ APBD Kaltim tidak mungkin akan bisa membayar  pembiayaan pembangunan, gaji dan sebagainya, bagaimana cara mengatasinya?’’ tanya Awang Ferdian.

KARENA SILUMAN BANYAK DANA YANG TIDAK SAMPAI KE MASYARAKAT

Safaruddin berdiri dan langsung menjawab. ‘’Tentunya Rp 5 sampai Rp 10 milyar itu adalah skala prioritas. Kita akan betul-betul melihat, desa yang betul-betul butuh untuk meningkatkan kesejahteraan di desa itu  Tentunya juga harus dengan proposal. Jangan kita gelundungkan begitu saja. Karena sama saja kepala desa itu nanti disuruh masuk penjara.Tentunya harus melalui badan musyawarah desa, sehingga bisa untuk membangun masyarakatnya.Tentang mengenai masalah dari mana dana itu sebetulnya, dana Rp. 8 trilyun itu lebih dari cukup membangun APBD Kaltim. Cuma kita harus bagaimana siluman-siluman ini banyak dana-dana yang tidak nyampai ke masyarakat  Itu tugas saya akan memberikan nanti, supaya dana-dana  yang sebetulnya harus nyampai ke masyarakat tidak nyampai. Itulah namanya penyimpangan-penyimpangan di tengah jalan. Itulah yang harus kita berantas.

 

Usai Safaruddin menjawab, Andini mempersilahkan Awang Ferdian untuk  giliran memanggapi. Suara Safaruddin  terdengar.  Seperti kembali ingin berbicara. Penonton puntertawa.

 ‘’Maaf …,’’ Awang Ferdian menoleh ke Andini, lalu menoleh ke Safaruddin lagi.  ‘’Saya yang menanggapi pak,’’ kata Awang sambil membungkuk dan memberi hormat dengan tangannya.  Penonton kembali  tertawa.

‘’Izin!’’ kata Awang Ferdian tegas sambil tersenyum seperti menirukan gaya aparat.  ‘’Merdeka,’’ sahut Saparuddin. ‘’Merdeka,’’ balas Awang sambil tertawa.   Suara penonton kembali terdengar. ‘’Yang punya merdeka saya,’’ kata Saparuddin. Awang tertawa.

Andini kemudian mempersilahkan Awang untuk segera menanggapi.

Menurut Awang, saat ini 841 desa  di Kaltim yang sama sekali kondisinya  perlu dana untuk digelontorkan. ‘’Jadi saya asumsikan. Dengan Rp 10 milyar  akan habis Rp 8,4 trilyun.  Hanya digelontor ke desa karena hampir semua desa di kaltim tidak ada yang mandiri. Artinya sangat membutuhkan dana,’’ kata Awang.

Kemudian giliran Safaruddin untuk menanggapi. Untuk anggaran desa ini harus benar-benar mengefisienkan. Artinya tidak ada penyimpangan-penyimpangan.

BILA APBD HABIS MINTA LAGI KE KEMENTERIAN

‘’Kemudian bila APBD Kaltim itu habis, maka kita bisa minta ke kementarian. Itu gunanya kementerian. Saya  bisa punya argumentasi bahwa Kalimantan Timur sekarang ini keterbelakang.Baik infrastruktur maupun segala macam. Oleh karena ituuu …’’’ suara Syaparuddin terpotong. Waktu  yang telah habis.

‘’Baik, waktu anda sayang sekali telah habis’’ potong Andini. Andini kemudian tidak bisa menahan ketawanya, ketika cawagub nomor 2 dan no,3 itu kembali  Berangkulan, sambil cipika-cipiki (tempel pipa kiri kanan), kemudian salaman dan mengangkat kedua tangan memberi jempol.

‘’Ditahan dulu  bapak-bapak …,’’ Andi kembali tertawa.

INDUSTRI 4,0

Kesempatan berikutnya, gantian Syafaruddin yang bertanya dan Awang yang menjawab.

‘’Paslon 2 ini visi misinya adalah visi misinya berdaya saing.  Tentunya punya visioner ke depan.  Yang saya tanyakan industri 4, 0. Langkah-langkah apa yang bapak lakukan tentang industri 4,0 ketika bapak bapak menjadi wakil gubernur?’’ tanya Safaruddin.

Andini mempersilahkan Awang menjawab.

‘’Baik terima kasih pak atas pertanyaannya. Ini pertanyaan yang saya tunggu-tunggu  pak dari tadi.  Karena di dalam visi misi kami mengalihkan ketergantungan Kaltim pada sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui , tentunya akan ada hilirisasi.  Dan yang namanya hilirasi tentunya dengan berbagai macam program pembangunan yang  insha Allah yang apabila saya dan bapak Syaharie Jaang diberikan amanah dengan program Rp 1 trilyun satu desa yang di dalamnya juga akan ada untuk setiam UMKM yang ada di desa, maka insha Allah, maka program hilirasi di kalimantan timur juga akan ter terbantu. Terima kasih,’’ jawab Awang.

RP 1 TRILYUN 1 DESA

Di bagian sesi ini termasuk ramai. Penonton lebih banyak tertawa. Mungkin karena terlalu cepat bicara, alasan Awang Ferdian, maka dia “keseleo lidah”, menyebut Rp 1 trilyun 1 desa, padahal program paslon nomor 2 ini seperti yang disampaikan Cagub H Syaharie Jaang Rp 1 trilyun untuk semua desa dan kelurahan yang ada di Kaltim per tahun.

Andi mempersilahkan Safaruddin memberikan tanggapan.

‘’Saya kira betu l tadi hilirisasi. Tapi akan memberi kan bantuan ke desa Rp 1 trilyun per desa,’’ kata Safaruddin.

Penonton mulai tertawa.

‘’Bila Rp 1 trilyun 1 desa, hanya delapan desa yang bisa bapak berikan itu. Bagaimana bapak menjelaskan kepada kami. Rp 1 trilyun 1 desa. Bapak sendiri sudah menanyakan kepada saya tadi. Saya sudah jawab.  Sekarang silahkan bapak jawab, Rp 1 trilyun 1 desa. Saya Rp 5 sampai Rp milyar bapak mempertanyakan kepada saya. Harusnya sebelum bertanya bapak harus koreksi dulu’’ kata Safaruddin sambil tertawa di sesi tanggapan 30 detik.

 Awang Ferdian hanya terkekeh-kekeh, ketawa.  Penonton di studio juga.

MENGARAH KE ROBOT-ROBOT

‘’Tentunya kata Safaruddin, untuk industri 4,0 kita akan mengarah kepada robot-robot,’’ kata Safaruddin singkat mengakhiri tanggapannya.

Giliran Awang. ‘’Terima kasih pak Safaruddin sudah mengingatkan saya. Saya ingin mengkoreksi  apa yang saya sampaikan tadi. Mungkin karena terlalu cepat. Yang saya maksudkan …,’’ suara Awang terhenti.

Safaruddin tiba-tiba mendekat dan menyalahi.

‘’Oh,’’ Awang menjabat tangan Safaruddin.

Penonton kembali tertawa.

‘’Yang saya maksudkan program Rp 1 sampai Rp 3 milyar  dan dialokasikan melalui APBD Kaltim sekitar Rp 1 trilyun  per tahun. Jadi bukan 1 desa  1 trilyun. Kalau begitu negara juga tidak sanggup … bukan cuma Kaltim,’’ kata Awang Ferdian.

Waktu tanggapan 30 detik untuk Awang Ferdian habis. Andini kembali tertawa melihat Awang Ferdian dan Safaruddin kembali berpelukan cipika-cipiki, bersalaman komando dan mengempalkan tangan. Merdeka. ^^*#KolomKepalaSuku.

 

Leave a Reply

shares