PILPRES: Gambar capres dan cawapres Jokowi-Maruf Amin yang tercetak pada kemasan produk kondom.  (Istimewa)
  

SuaraKaltim.com – Ada gambar Jokowi-Ma’ruf Amins di kondom. Beredar lewat WhattApp. Masyarakat heboh. Karena kondom, bagi masyarakat umum, masih merupakan barang tabu. Memang masih sebatas gambar,  di-screenshot, lantas menyebar. Tapi siapa yang menyebarkan? 

“Sedang kami cari. Saya sudah koordinasi dengan aparat (kepolisian di Gresik dan Lamongan). (Di Surabaya sendiri?) ya semoga nggak ada,” kata Ketua Tim Relawan Bravo 5 Jawa Timur Gus Ubaid Luhut dilansir dari JawaPos.com, Sabtu (9/3).

Ubaid sendiri mengaku tidak tahu, apakah kondomnya telah beredar.  menurutnya relawan di Gresik dan Lamongan sedang berupaya mengecek jika kondom itu memang ada dan telah beredar. Kabarnya mulai beredar di Gresik, Lamongan lalu menyebar ke lainnya.

Menurut Ubaid, dirinya dikirimi gambar screenshot kondom  bergambar Capres-cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin lewat WhatsApp dari La Nyalla Mataliti.

Ubaid  menyayangkan beredarnya produk bergambar paslon 01 tersebut. Sebab, semua tim relawan tidak pernah berkampanye dengan menggunakan kemasan produk. 

Apalagi produk kondom. Menurutnya, produk kondom masih menjadi produk tabu di kalangan masyarakat. Sehingga, kurang pantas jika menyertakan kampanye paslon 01 pada kemasan kondom. 

“Katanya, sengaja (kami) bagi-bagikan. Ya, kami nggak goblok juga. Masak, dibungkus kondom. Mending dibungkus snack atau apa,” ujarnya. 

Komisioner Bawaslu Jawa Timur Aang Khunaifi mengaku dirinya belum mendapat laporan atau menemukan adanya produk kondom bergambar paslon 01. Sehingga, dirinya belum dapat memastikan apakah hal itu merupakan pelanggaran. 

Hanya, secara aturan, ada 11 jenis produk atau bahan kampanye yang membolehkan gambar paslon, tercetak pada kemasannya. Antara lain, minuman, pakaian, atau asesoris kepala. 

“Saya belum tahu pastinya, karena belum mendapat laporan. Tapi secara aturan, bahan kampanye itu cuma ada 11 item. Misalnya, minuman, pakaian, atau penutup kepala. Selain itu ya nggak boleh,” kata Aang. JP

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply