Header Image

Habib Rizieq Instruksikan FPI Terjunkan Tim Khusus Dampingi 11 TSK

Habib Rizieq Instruksikan FPI Terjunkan Tim Khusus Dampingi 11 TSK

Damai Hari Lubis, Ketua Tim Kuasa hukum FPI bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. (Istimewa)
Share this    

SuaraKaltim.com– Front Pembela Islam (FPI) menurunkan tim kuasa hukum untuk mendampingi 11 orang yang ditangkap saat ricuh peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Kotamadya Tebing Tinggi 27 Februari lalu. Tim itu diintruksikan langsung oleh Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Damai Hari Lubis, Ketua Tim Kuasa hukum FPI mengatakan, kasus kericuhan Harlah NU menjadi perhatian serius mereka. “Habib Rizieq Shihab memerintahkan langsung Ketum FPI agar mengutus kuasa hukum untuk menangani perkara tersebut,” kata Damai Hari, lewat keterangan tertulis, Senin (11/3).

Tim lanjutnya, saat ini juga sudah berada di Sumut. Mereka sudah berada di Sumut sejak akhir Februari lalu. Upaya bantuan hukum ini, kata Damai juga bekerjasama dengan Presiden Kongres Advokat Indonesia, Siti Jamaliah dan DPD KAI Sumut, Borkat Harahap. Mereka akan mempelajari untuk menentukan langkah yang akan diambil.

“Tim ini nantinya akan menyiapkan strategi dan langkah hukum untuk melakukan pembelaan terhadap sebelas tersangka yang saat ini di tahan di Polres Tebingtinggi,” jelasnya.

Damai Hari melanjutkan, pihaknya akan melayangkan upaya hukum berupa pra peradilan atas penetapan ke-11 tersangka itu.‎ Penetapan tersangka dengan sangkaan pasal 160 KUHAP, dianggap terkesan dipaksakan.

Undang-Undang tersebut katanya, sudah di batalkan oleh Mahkamah Konstitusi dari tindak pidana Formil menjadi tindak pidana Materil‎. “Tim ini juga nantinya akan bertempur habis – habisan untuk menegakkan hukum yang dianggap tajam kebawah, tumpul ke atas,” imbuh Damai.

Kemudian, diungkapkan olehnya, dalam waktu dekat Presiden Kongres Advokat Indonesia, Siti Jamaliah, SH akan menemui keluarga kesebelas tersangka. Selain mendukung proses hukum, pihaknya juga akan memberikan dukungan moril terhadap keluarga tersangka yang berharap keadilan

Seperti diketahui, acara Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan dalam rangka Hari Lahir ke-93 Nahdathul Ulama di Lapangan Sri Mersing Kota Tebingtinggi, Sumut, Rabu (27/2) diwarnai kericuhan. Para pelaku SAS, MFS, MHH, AN, AD, AS, Su, OQ, AR, Il, dan RFS dikabarkan meminta membubarkan acara yan dihadiri oleh Kapolda Sumut dan Wali Kota Tebingtinggi.JP

BACA JUGA

Leave a Reply

shares