BACA : 

JAKARTA, SUARAKALTIM.COM – Enam guru honorer di Kabupaten Tangerang dipecat oleh Dinas Pendidikan Provinsi Banten karena berpose dua jari dan pamer stiker bertuliskan Prabowo – Sandi.

Atas adanya pemecatan itu, Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi Moh Nizar Zahro langsung melakukan pembelaan.

“Jangan sampai bertindak arogan. Alasan kemanusiaan harus dipertimbangkan. Bagaimana jika petinggi Dinas Pendidikan dan BKD nasibnya seperti honorer itu?” ujar Nizar kepada wartawan, Jumat (22/3).

Menurut dia, tindakan pemecatan bukan pilihan yang bijak. Seharusnya, honorer itu diberikan teguran terlebih dahulu.

BACA : 

Honorer K2 dari 30 Provinsi Deklarasi Dukungan ke Prabowo –  Sandi

Jelang Silatnas Bareng Jokowi, Honorer Dimintai Rp 500 Ribu per Orang

Waduh, Gaji Guru Honorer di Papua Barat Belum Dibayar

Sekitar 2500 Pegawai Honorer Penajam Bakal Diampihi, Setelah Pemkab Terapkan PP Ini

Survei: Mayoritas Publik Tidak Puas Dengan Kinerja Jokowi

 

“Pemecatan ini bertolak belakang dengan asas kemanusiaan. Mereka cukup diberi peringatan dan untuk selanjutnya dibina,” sambung Nizar.

Nizar pun menuturkan, pose dua jari para honorer tersebut adalah bentuk kekecewaan. Pasalnya, hingga kini, mereka tak kunjung diangkat menjadi PNS seperti janji Presiden Joko Widodo.

Selain itu, Nizar juga meyakini tidak ada niat dari keenam honorer itu untuk melanggar Undang-Undang Pemilihan Umum (Pemilu).

“Kalau soal pelanggaran, banyak kasus pelanggaran tetapi luput dari sanksi. Contohnya, kasus Gubernur Jateng bersama 31 bupati deklarasi mendukung Capres 01, atau kasus viralnya video polisi yang mengarahkan warga mengeluk-eleukan Jokowi,” tandas dia. jpnn

Facebook Comments

Comments (0)

Leave a Reply